
Trending

Analisis Pasar
Sumber: Newsmaker.id
Brent saat ini masih cenderung bullish, ditopang eskalasi konflik AS–Iran dan meningkatnya risiko gangguan pasokan melalui Selat Hormuz, setelah kedua pihak kembali saling menyerang kapal tanker. Aktivitas pelayaran melalui Hormuz juga turun ke level terendah sejak Mei, memperbesar kekhawatiran bahwa gangguan arus minyak bisa berlangsung lebih lama. OPEC+ yang mempertahankan kebijakan produksi Oktober turut membuat pasar tidak mendapat tambahan pasokan untuk meredam ketegangan.
Namun, kenaikan Brent masih berpotensi tertahan oleh harapan kesepakatan Iran–Oman mengenai koridor pelayaran baru di Hormuz. Jika kesepakatan tersebut benar-benar meningkatkan keamanan dan jumlah tanker yang melintas, sebagian premi geopolitik bisa terkikis. Sebaliknya, jika serangan kapal semakin meluas atau pasokan fisik mulai terganggu lebih serius, Brent berpeluang menembus US$100 per barel, bahkan Goldman Sachs menilai skenario eskalasi berat dapat membawa harga menuju US$120. (arl)
Harga minyak pada saat analisis ini dirilis: $97.40
- Buy jika harga bergerak ke $97.81
- Sell jika harga bergerak ke $96.89
Resisten 2: $100.63
Resisten 1: $98.76
Support 1: $95.94
Support 2: $95.02
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id