
Trending

Analisis Pasar
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak masih mendapat dukungan kuat dari risiko geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz kembali melambat dan Iran mengancam akan membalas jika terjadi serangan baru dari AS. Kekhawatiran bahwa gangguan pelayaran bisa berlanjut membuat pasar mempertahankan premi risiko tinggi, apalagi jalur Hormuz sangat penting bagi distribusi energi global.
Di sisi lain, kenaikan minyak juga ditopang ekspektasi bahwa gangguan pengiriman bisa berlangsung lebih lama, setelah Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga Brent dan WTI untuk akhir 2026 dan 2027. Selama ancaman terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran belum mereda, bias minyak masih cenderung bullish, meski koreksi tetap mungkin terjadi jika tensi geopolitik menurun atau arus kapal kembali normal.(mrv)
Harga minyak pada saat analisis ini dirilis: $97.52
- Buy jika harga bergerak ke $97.57
- Sell jika harga bergerak ke $96.47
Resisten 2: $98.19
Resisten 1: $97.82
Support 1: $96.92
Support 2: $96.39
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id