
Trending

Analisis Pasar
Sumber: Newsmaker.id
Minyak saat ini masih cenderung bullish, terutama karena meningkatnya risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah. Brent bertahan di atas US$98 per barel setelah Iran memperingatkan bahwa fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk dapat menjadi target balasan jika asetnya kembali diserang. Ancaman pembentukan zona maritim terbatas di Teluk Persia serta pengaturan jalur pelayaran baru di Selat Hormuz turut memperbesar kekhawatiran bahwa lalu lintas tanker bisa kembali melambat. Dengan Hormuz menjadi salah satu jalur energi terpenting dunia, setiap gangguan baru berpotensi menjaga premi geopolitik tetap tinggi dan mendorong harga minyak lebih lanjut.
Namun, kenaikan minyak masih dibatasi oleh kemampuan pasar beradaptasi terhadap gangguan pasokan. Persediaan komersial OECD belum mengalami penurunan drastis, sementara produsen Timur Tengah masih berupaya mencari jalur alternatif dan meningkatkan aliran minyak melalui mekanisme lain. Harapan juga muncul dari negosiasi Iran–Oman mengenai pengaturan pelayaran Hormuz yang dapat mengurangi sebagian risiko. Meski begitu, selama konflik AS–Iran belum menunjukkan tanda mereda, bias Brent tetap positif. Kegagalan diplomasi atau serangan terhadap infrastruktur energi dapat membuka ruang kenaikan lebih lanjut, sedangkan tercapainya kesepakatan Hormuz berpotensi memangkas sebagian premi risiko. (arl)
Harga minyak brent pada saat analisis ini dirilis: $98.48
- Buy jika harga bergerak ke $98.55
- Sell jika harga bergerak ke $98.41
Resisten 2: $98.97
Resisten 1: $98.74
Support 1: $98.36
Support 2: $98.21
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id