Saham Jepang Tertekan, Bank dan Obligasi Jadi Fokus Kekhawatiran
Saham-saham Jepang terus turun untuk hari kelima berturut-turut pada Rabu, terdorong oleh aksi jual di sektor perbankan. Indeks Nikkei 225 turun 0,41% menjadi 51.774, sementara Indeks Topix yang lebih luas melemah 0,99% menjadi 3.590. Saham bank besar seperti Mitsubishi UFJ, Sumitomo Mitsui, dan Mizuho Financial masing-masing turun lebih dari 3%, seiring meningkatnya volatilitas pasar obligasi yang memicu kekhawatiran potensi kerugian perdagangan.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) sempat melonjak ke level tertinggi baru pada awal pekan karena kekhawatiran fiskal terkait proposal pemangkasan pajak penjualan 8% pada makanan. Menteri Keuangan Satsuki Katayama kemudian mencoba menenangkan pasar, namun kekhawatiran investor tetap tinggi. Kondisi ini membuat pasar tetap waspada terhadap risiko volatilitas yang lebih lanjut.
Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada pemilihan umum mendadak pada 8 Februari, yang digelar oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk mengkonsolidasikan kekuasaan dan mendorong agenda fiskal ekspansifnya. Sementara itu, Bank Sentral Jepang diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneternya yang saat ini tidak berubah, menjaga stabilitas di tengah tekanan pasar. (az)
Sumber: Newsmaker.id