Hang Seng Menanjak di Tengah Risiko Deflasi dan Harapan Stimulus
Indeks Hang Seng turun 41 poin atau 0,2% dan ditutup di level 24.284 pada hari Jumat (27/6), menandai penurunan sesi kedua berturut-turut setelah sempat menguat di perdagangan pagi.
Sentimen pasar berubah hati-hati setelah data menunjukkan output industri Tiongkok anjlok 9,1% (yoy) pada bulan Mei -- penurunan pertama dalam tiga bulan -- yang menyeret total output sepanjang tahun ini turun 1,1% di tengah risiko deflasi dan kenaikan tarif AS.
Sementara pelaku pasar juga bersikap waspada menjelang rilis data PMI penting dari sumber resmi dan swasta Tiongkok pekan depan. Meski begitu, indeks Hang Seng melonjak 3,2% minggu ini, membalikkan kerugian minggu sebelumnya. Kenaikan didorong oleh meredanya ketegangan dagang AS-Tiongkok pasca kesepakatan pengiriman logam tanah jarang, langkah-langkah dukungan baru dari Beijing untuk mendorong konsumsi, serta pasar IPO Hong Kong yang kuat.
Saham properti membebani indeks, dengan penurunan tajam pada China Overseas Land (-3,9%), Henderson Land (-2,3%), dan Longfor Group (-1,8%). Saham farmasi juga melemah, termasuk Akeso Inc. (-2,6%) dan Innovent Biologics (-2,2%). Sebaliknya, Xiaomi Corp. mencetak rekor tertinggi setelah meluncurkan model mobil listrik baru dengan jumlah pemesanan awal yang kuat.(yds)
Sumber: Trading Economics