Indeks Hong Kong Naik 1,1% Didukung Kebijakan Pro-Growth China
Saham-saham di Hong Kong naik sekitar 272 poin atau 1,1% ke level 25.806 di awal perdagangan Jumat, setelah sempat terkoreksi tipis di sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi hampir di semua sektor, menunjukkan adanya perbaikan sentimen beli dari pelaku pasar.
Suasana pasar membaik setelah Presiden Xi Jinping dalam Central Economic Work Conference menyebut bahwa tahun 2025 adalah “tahun yang benar-benar luar biasa” dan target-target utama ekonomi akan tercapai. Pemerintah China juga kembali menegaskan komitmen untuk menerapkan kebijakan makro yang lebih proaktif dan terkoordinasi guna mendorong permintaan dalam negeri, dengan kebijakan fiskal tetap ekspansif dan kebijakan moneter tetap longgar secara moderat.
Dari sisi global, sentimen positif juga datang dari rekor penutupan baru indeks S&P 500 di Wall Street setelah The Fed memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya secara beruntun. Harapan bahwa bull market bisa berlanjut hingga 2026 ikut menular ke bursa Asia, termasuk Hong Kong, sehingga investor kembali berani menambah posisi di aset berisiko.
Beberapa saham yang menonjol di sesi ini antara lain Shenzhou International yang naik sekitar 2,4%, Sands China naik 2,3%, Chow Tai Fook menguat 1,7%, dan China Hongqiao yang bertambah sekitar 1,3%. Pergerakan saham-saham tersebut menggambarkan dukungan beli yang cukup merata, baik di sektor konsumsi, kasino, maupun industri.
Meski demikian, secara keseluruhan pasar Hong Kong masih berpotensi menutup minggu ini turun sekitar 1%. Pelaku pasar masih khawatir karena The Fed mungkin hanya akan memangkas suku bunga satu kali tahun depan, dan banyak analis menilai dukungan besar untuk sektor properti China baru akan terasa di paruh kedua 2026. Artinya, reli hari ini lebih mencerminkan napas lega jangka pendek, sementara kekhawatiran jangka menengah soal pertumbuhan dan sektor properti masih terus membayangi.(asd)
Sumber: Newsmaker.id