Pasar Eropa Waspada Jelang Data AS
Saham Eropa dibuka melemah tipis pada awal pekan ini, dengan indeks DAX Jerman turun 0,3%, CAC 40 Prancis dan FTSE 100 Inggris masing-masing terkoreksi 0,1%. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data inflasi utama AS dan pidato dari sejumlah pejabat Federal Reserve, menyusul keputusan pemangkasan suku bunga pekan lalu. Pasar sempat menguat setelah rekor penutupan di Wall Street, namun reli tersebut mulai mereda karena ketidakpastian arah kebijakan suku bunga ke depan.
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan akan ada sekitar 44 basis poin pelonggaran tambahan dari The Fed hingga akhir tahun. Sejumlah pejabat Fed dijadwalkan berbicara minggu ini, termasuk John Williams, Thomas Barkin, Stephen Miran, Raphael Bostic, Michelle Bowman, dan Jerome Powell. Komentar mereka, ditambah dengan data ekonomi seperti PCE Index—indikator inflasi favorit The Fed yang akan dirilis Jumat—akan menjadi penentu sentimen pasar dalam waktu dekat. Inflasi inti PCE diperkirakan naik menjadi 2,8% dari sebelumnya 2,6%.
Dari Asia, Bank Sentral China kembali mempertahankan suku bunga pinjamannya untuk bulan keempat berturut-turut, sesuai ekspektasi pasar. Sementara itu, hubungan dagang AS-China menunjukkan perkembangan positif, dengan tercapainya kesepakatan terkait operasi TikTok di AS. Namun, investor juga mencermati kebijakan imigrasi terbaru dari pemerintahan Trump yang mewajibkan perusahaan membayar $100.000 untuk visa H-1B—aturan ini berpotensi mempengaruhi perekrutan global.
Di sektor korporasi, Ericsson mengumumkan kontrak senilai $1,3 miliar untuk memasok peralatan 5G ke VodafoneThree di Inggris selama delapan tahun. Di pasar energi, harga minyak naik 0,7% karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan proposal sanksi baru dari Uni Eropa terhadap Rusia. Kabar bahwa empat negara Barat telah mengakui negara Palestina ikut memanaskan situasi, meningkatkan risiko di kawasan produsen minyak utama dunia tersebut.(ads)
Sumber: Newsmaker.id