S&P 500 Hentikan Penurunan 4 hari Beruntunnya
Indeks S&P 500 menghentikan penurunan selama empat hari berturut-turut pada Kamis (18/12), didorong oleh data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan yang memperbaiki prospek penurunan suku bunga pada 2026, serta proyeksi (guidance) yang sangat kuat dari produsen chip Micron Technology.
Indeks pasar luas melonjak 0,8%, sementara Nasdaq Composite naik 1,4%. Dow Jones Industrial Average naik 66 poin, atau 0,1%.
Laporan indeks harga konsumen (CPI) November yang sempat tertunda—dan menjadi laporan pertama sejak shutdown pemerintah AS berakhir bulan lalu—menunjukkan inflasi tahunan CPI utama (headline) sebesar 2,7%, menurut Bureau of Labor Statistics (BLS). Angka itu di bawah perkiraan 3,1% dari para ekonom yang disurvei Dow Jones. Tingkat tahunan 12 bulan untuk CPI inti (core), yang mengecualikan makanan dan energi, berada di 2,6%, juga lebih rendah dari perkiraan Dow Jones sebesar 3%.
Laporan ini mundur dari jadwal rilis awalnya pada 10 Desember. BLS sebelumnya membatalkan rilis laporan inflasi Oktober pada akhir November akibat shutdown terlama sepanjang sejarah, sehingga rilis pada Kamis ini tidak memiliki seluruh poin data seperti biasanya dalam laporan CPI standar.
Karena tidak adanya data pembanding Oktober, para ekonom kemungkinan tidak akan menilai rilis ini sebagai awal tren penurunan inflasi yang jelas, dan sebagian bahkan mengangkat kekhawatiran terkait perhitungan inflasi perumahan. Meski demikian, saham melanjutkan kenaikannya setelah laporan tersebut, karena klaim awal tunjangan pengangguran (initial jobless claims) juga berada di bawah perkiraan para ekonom.(yds)
Sumber: CNBC.com