• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

2 December 2025 04:11  |

Wall Street Ditutup Melemah Seiring Yield Naik; Kripto Turun

Saham-saham AS ditutup sedikit lebih rendah pada hari Senin (1/12), yang tertekan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Treasury dan data ekonomi yang menunjukkan tarif masih menjadi beban bagi sektor manufaktur, sementara investor menantikan pengumuman kebijakan Federal Reserve pekan depan.

Survei Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan manufaktur AS mengalami kontraksi untuk bulan ke-9 berturut-turut pada November, karena pabrik masih bergulat dengan pesanan yang melemah dan harga yang lebih tinggi akibat dampak tarif yang berkepanjangan.

Pasar pada umumnya sudah memperhitungkan pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada akhir pertemuan kebijakan dua hari yang akan berakhir pada 10 Desember. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar menilai ada sekitar 85,4% peluang pemangkasan sebesar 25 basis poin.

“Pasar sebenarnya masih jelas digerakkan oleh kinerja laba, kita sudah melewati musim laporan laba, tapi sekarang fokusnya beralih ke The Fed,” kata Joe Saluzzi, partner, co-founder dan kepala Equity Market Structure Research sekaligus co-head Equity Trading di Themis Trading, Chatham, New Jersey.

“Saya tidak melihat alasan tren naik tidak berlanjut, mungkin tidak secepat kemarin, tapi lebih seperti kenaikan perlahan hingga akhir tahun.”

Berdasarkan data awal, indeks S&P 500 melemah 34,44 poin atau 0,50% menjadi 6.814,65, sementara Nasdaq Composite turun 88,92 poin atau 0,38% ke 23.276,76. Dow Jones Industrial Average merosot 411,46 poin atau 0,86% ke 47.304,96.

Meski banyak pembuat kebijakan The Fed menyuarakan kehati-hatian, sinyal dovish dari beberapa anggota pemberi suara kunci dalam beberapa pekan terakhir, ditambah laporan bahwa penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menjadi kandidat kuat pengganti Ketua Fed Jerome Powell, telah meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan dalam beberapa bulan ke depan.

Powell dijadwalkan berpidato setelah pasar tutup, namun diperkirakan tidak akan membahas kebijakan moneter karena terlalu dekat dengan jadwal pertemuan kebijakan bank sentral.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun, Fokus pada Korea dan Timur Tengah

Saham Asia mengawali minggu ini dengan nada lemah, karena investor bergulat dengan pergolakan politik Korea Selatan dan menun...

9 December 2024 07:43
MARKET UPDATE

Bursa Asia Merah, SoftBank Rontok 10%

Pasar saham Asia kompak melemah pada Rabu, setelah investor mencerna data perdagangan Jepang dan terbentuknya pemerintahan ba...

22 October 2025 08:44
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun karena Batas Waktu Tarif Trump Mendekat

Saham Asia merosot saat pembukaan karena Gedung Putih terus maju dengan tarif besar-besaran pada mitra dagang termasuk pungut...

9 April 2025 07:25
BIAS23.com NM23 Ai