Wall Street Ditutup Melemah Seiring Yield Naik; Kripto Turun
Saham-saham AS ditutup sedikit lebih rendah pada hari Senin (1/12), yang tertekan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Treasury dan data ekonomi yang menunjukkan tarif masih menjadi beban bagi sektor manufaktur, sementara investor menantikan pengumuman kebijakan Federal Reserve pekan depan.
Survei Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan manufaktur AS mengalami kontraksi untuk bulan ke-9 berturut-turut pada November, karena pabrik masih bergulat dengan pesanan yang melemah dan harga yang lebih tinggi akibat dampak tarif yang berkepanjangan.
Pasar pada umumnya sudah memperhitungkan pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada akhir pertemuan kebijakan dua hari yang akan berakhir pada 10 Desember. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar menilai ada sekitar 85,4% peluang pemangkasan sebesar 25 basis poin.
“Pasar sebenarnya masih jelas digerakkan oleh kinerja laba, kita sudah melewati musim laporan laba, tapi sekarang fokusnya beralih ke The Fed,” kata Joe Saluzzi, partner, co-founder dan kepala Equity Market Structure Research sekaligus co-head Equity Trading di Themis Trading, Chatham, New Jersey.
“Saya tidak melihat alasan tren naik tidak berlanjut, mungkin tidak secepat kemarin, tapi lebih seperti kenaikan perlahan hingga akhir tahun.”
Berdasarkan data awal, indeks S&P 500 melemah 34,44 poin atau 0,50% menjadi 6.814,65, sementara Nasdaq Composite turun 88,92 poin atau 0,38% ke 23.276,76. Dow Jones Industrial Average merosot 411,46 poin atau 0,86% ke 47.304,96.
Meski banyak pembuat kebijakan The Fed menyuarakan kehati-hatian, sinyal dovish dari beberapa anggota pemberi suara kunci dalam beberapa pekan terakhir, ditambah laporan bahwa penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menjadi kandidat kuat pengganti Ketua Fed Jerome Powell, telah meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan dalam beberapa bulan ke depan.
Powell dijadwalkan berpidato setelah pasar tutup, namun diperkirakan tidak akan membahas kebijakan moneter karena terlalu dekat dengan jadwal pertemuan kebijakan bank sentral.(yds)
Sumber: Reuters.com