Asia Hati-Hati, Wall Street Lagi Galau?
Pasar saham Asia-Pasifik diperkirakan dibuka sedikit melemah pada perdagangan Jumat(28/11). Sentimen masih tipis karena saham berjangka AS bergerak datar saat libur Thanksgiving, sementara Nasdaq Composite berada di jalur mengakhiri tren kenaikan tujuh bulan berturut-turut. Di kawasan, pelaku pasar akan fokus ke data inflasi Tokyo-yang sering jadi petunjuk untuk inflasi nasional Jepang-serta data PDB India kuartal II fiskal yang dirilis Jumat ini.
Data terbaru menunjukkan inflasi utama Tokyo Oktober turun tipis ke 2,7% dari 2,8%, sementara inflasi inti naik ke 2,8%, sedikit di atas perkiraan 2,7%. Inflasi inti di Jepang tidak memasukkan harga makanan segar, tapi termasuk energi. Di bursa, S&P/ASX 200 Australia turun sekitar 0,18% di awal sesi. Kontrak berjangka Nikkei 225 Jepang mengindikasikan pembukaan yang sedikit lebih lemah, dan futures Hang Seng Hong Kong juga berada sedikit di bawah penutupan terakhirnya, menandakan awal perdagangan yang cenderung berhati-hati di Asia.
Dari Wall Street, ketiga indeks utama AS hampir tidak bergerak pada sesi sebelumnya. Dow futures hanya naik sekitar 10 poin, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq-100 futures bergerak tepat di atas garis datar. Saham-saham teknologi menekan kinerja indeks di bulan November karena pasar mulai meragukan prospek keuntungan jangka panjang perusahaan-perusahaan AI. Meski begitu, sebagian investor justru melihat pelemahan ini sebagai peluang untuk berburu saham unggulan dengan valuasi lebih menarik, sambil berharap akan ada reli akhir tahun. Pasar saham AS tutup pada Kamis untuk Thanksgiving dan akan tutup lebih awal pada Jumat pukul 13.00 ET. (az)
Sumber: Newsmaker.id