Dolar Melemah saat Pedagang Memikirkan Rencana Tarif Trump
Dolar sedikit melemah pada hari Rabu (22/1) dalam perdagangan yang tidak pasti karena kurangnya kejelasan tentang rencana tarif Presiden Donald Trump membuat pasar keuangan terus menebak-nebak.
Trump mengatakan Selasa malam di Gedung Putih bahwa pemerintahannya sedang membahas penerapan tarif 10% pada barang yang diimpor dari Tiongkok pada tanggal 1 Februari, hari yang sama ketika ia sebelumnya mengatakan Meksiko dan Kanada akan menghadapi pungutan sekitar 25%.
Ia juga berjanji akan mengenakan bea masuk pada impor Eropa tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Meskipun ada ancaman tersebut, kurangnya rencana khusus dari hari pertama Trump menjabat membuat dolar memulai minggu ini dengan penurunan 1,2% terhadap sekeranjang mata uang utama. Dolar stabil pada hari Selasa, berakhir datar setelah upaya reboundnya gagal, dengan pejabat AS mengatakan setiap pajak baru akan dikenakan secara terukur.
Indeks dolar, yang mengukur mata uang terhadap euro, yen, dan empat rival utama lainnya, turun 0,14% pada 108 pada pukul 00.54 GMT. Euro turun 0,07% menjadi $1,0420, sementara yen naik tipis menjadi 155,40 per dolar.
Para pedagang memperkirakan penurunan suku bunga Fed seperempat poin pada bulan Juli, sementara penurunan lainnya pada akhir tahun dianggap sebagai lemparan koin.
Di tempat lain, ekspektasi telah berkembang bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga seperempat poin pada hari Jumat, mendukung yen.
Yuan Tiongkok datar pada 7,2735 per dolar dalam perdagangan luar negeri, setelah mendorong ke level terkuat sejak 11 Desember pada hari Selasa di 7,2530.
Dolar Kanada melemah sekitar 0,1% menjadi C$1,4335 per dolar, setelah minggu yang bergejolak yang membuatnya jatuh serendah C$1,4520 semalam untuk pertama kalinya sejak Maret 2020, merasakan tekanan tambahan dari inflasi yang mendingin bulan lalu.
Peso Meksiko juga turun 0,1% menjadi 20,6350 per dolar. (Arl)
Sumber : Reuters