• Mon, Mar 23, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

23 March 2026 18:28  |

Dolar Balik Arah, Komentar Trump Redam Kekhawatiran Perang

Dolar AS berbalik melemah setelah sebelumnya menguat, usai Presiden Donald Trump menunda rencana serangan ke infrastruktur energi Iran dan menyebut ada pembicaraan “sangat baik” terkait upaya mengakhiri permusuhan. Pernyataan itu meredakan sebagian kecemasan pasar atas eskalasi konflik dan menekan permintaan aset defensif.

Indeks Bloomberg Dollar Spot sempat naik sekitar 0,3% pada awal sesi. Penguatan itu terjadi setelah data CFTC yang dirilis Jumat menunjukkan investor spekulatif berbalik positif terhadap dolar untuk pertama kalinya tahun ini. Namun arah pasar berubah setelah unggahan Trump di media sosial.

Trump sebelumnya memberi ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan ke pembangkit listriknya. Teheran membalas dengan menyatakan akan menutup Hormuz “sepenuhnya.” Ketegangan itu sempat mendorong dolar menguat, tetapi kemudian Trump menulis bahwa terdapat “pembicaraan yang sangat baik dan produktif” antara AS dan Iran—memicu pergeseran sentimen ke arah risk-on terbatas dan mendorong dolar kehilangan momentum.

Di pasar Eropa, EUR/USD naik sekitar 0,4% ke 1,1618. Wakil Presiden ECB Luis de Guindos mengatakan ECB bersiaga terhadap dampak perang Iran terhadap harga. Sementara indikator upah ECB memproyeksikan pertumbuhan gaji tahunan sekitar 2,5% pada kuartal ketiga dan 2,6% pada kuartal keempat—lebih kuat dibanding proyeksi paruh pertama tahun ini, menjadi faktor yang turut memengaruhi ekspektasi kebijakan.

GBP/USD juga bangkit dari level terendah harian 1,3257 dan sempat menguat hingga sekitar 0,7% ke 1,3433. Sebelumnya, pasar bahkan sempat mem-price-in pengetatan kebijakan Bank of England hingga 1% sepanjang 2026 untuk pertama kalinya—menunjukkan betapa sensitifnya ekspektasi suku bunga terhadap shock energi dan inflasi.

Di Asia, USD/JPY sempat naik sekitar 0,3% ke 159,66, namun kemudian berbalik turun sekitar 0,6% ke 158,26. Pergerakan ini terjadi setelah Majelis Tinggi Jepang menyetujui penunjukan dua akademisi yang dikenal reflationary—dipilih oleh PM Sanae Takaichi—untuk menjadi anggota dewan kebijakan Bank of Japan, yang dibaca pasar sebagai sinyal kebijakan bisa lebih pro-inflasi atau lebih toleran terhadap inflasi dalam jangka tertentu.

Inti Newsmaker: dolar kehilangan tenaga karena pasar merespons sinyal de-eskalasi dari Trump. Namun arah USD tetap rapuh dan sangat headline-driven—selama isu Hormuz dan risiko serangan energi belum benar-benar hilang, pergerakan dolar bisa cepat berbalik mengikuti perkembangan terbaru.(yds)

Sumber: newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai