Dolar Konsolidasi Usai Reli, Pasar Pantau Data AS dan Risiko Timur Tengah
Dolar AS memasuki fase konsolidasi pada awal perdagangan Rabu (4/3) setelah mengungguli mata uang utama selama dua hari berturut-turut. Fokus pasar beralih ke data ADP Employment Change Februari dan indeks ISM Services PMI Februari, di tengah sentimen risiko yang tetap rapuh akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Indeks dolar (DXY) bergerak sedikit lebih rendah di sekitar 99,00 pada sesi Eropa setelah menguat hampir 1,5% dalam reli dua hari di awal pekan. Sejalan dengan itu, futures indeks saham AS turun sekitar 0,3%–0,4% setelah Wall Street ditutup melemah tajam pada Selasa.
Di pasar energi, minyak memperpanjang kenaikan setelah melonjak lebih dari 5% pada Selasa, dipicu ketidakpastian seputar Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menyatakan armada laut AS akan menawarkan asuransi bagi kapal di Teluk setelah Iran “sebagian besar” berhasil menutup Hormuz, serta membuka opsi pengawalan militer bila diperlukan. Namun, Garda Revolusi Iran pada Rabu mengatakan mereka masih menguasai Selat Hormuz. WTI diperdagangkan dekat US$76,50 per barel, naik lebih dari 2% pada hari itu.
USD/JPY terkoreksi turun dan bergerak di bawah 157,50 setelah menguat dua hari beruntun. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan pemerintah memantau perkembangan pasar dengan cermat dan menyiapkan berbagai langkah bila diperlukan. Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyoroti bahwa dinamika Timur Tengah dapat berdampak besar pada ekonomi global dan Jepang melalui pergerakan harga energi; kenaikan harga minyak, menurutnya, dapat memperburuk terms of trade Jepang, menekan ekonomi, dan memengaruhi inflasi dasar.
Di Eropa, EUR/USD sempat memperpanjang pelemahan mingguan dan menyentuh level terendah sejak akhir November di bawah 1,1550, sebelum terkoreksi naik dan bertahan di atas 1,1600 pada sesi Eropa. Sementara itu, dolar Australia mendapat dukungan dari data GDP: ekonomi Australia tumbuh 2,6% (tahunan) pada kuartal IV, membaik dari 2,1% pada kuartal sebelumnya dan di atas ekspektasi 2,2%. AUD/USD stabil di atas 0,7000 setelah turun sekitar 0,8% pada Selasa. GBP/USD juga cenderung stabil di sekitar 1,3350 usai dua hari melemah. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id