Menjelang Pidato Trump, Dolar Tekan Euro & Franc
Dolar AS menguat pada perdagangan Rabu(21/1) setelah sempat menyentuh level terendah tiga minggu terhadap euro dan franc Swiss. Penguatan ini terjadi karena investor menunggu pidato Presiden AS Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos. Sebelumnya, ancaman tarif terbaru dari Trump memicu aksi jual besar-besaran terhadap aset AS dan mengguncang pasar global.
Tekanan pada pasar muncul sejak awal pekan, ketika isu Greenland kembali memicu sentimen “Jual Amerika”. Euro sempat naik lebih dari 1% dalam dua hari terakhir sebelum akhirnya melemah tipis ke level $1,1710. Sementara itu, franc Swiss sebagai aset aman juga turun terhadap dolar setelah mencatat penguatan tajam pada awal pekan.
Ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian utama investor. Sejumlah analis menilai masa depan hubungan AS dan Eropa sangat bergantung pada hasil pembicaraan di Davos. Uni Eropa bahkan disebut sedang mempertimbangkan langkah perdagangan balasan jika tekanan dari AS terus berlanjut, termasuk pembatasan terhadap perusahaan dan layanan asal Amerika.
Di Asia, yen Jepang juga berada di bawah tekanan akibat lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang ke level tertinggi sepanjang sejarah. Kekhawatiran terhadap kebijakan fiskal yang lebih longgar menjelang pemilu sela membuat investor menjual yen. Mata uang Jepang tercatat mendekati level terlemahnya terhadap euro dan franc Swiss.
Sementara itu, yuan Tiongkok melemah tipis terhadap dolar setelah bank sentral Tiongkok menetapkan nilai tengah yang sedikit lebih lemah. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa otoritas ingin menjaga pergerakan yuan tetap stabil di sekitar level psikologis 7 per dolar. Secara keseluruhan, pasar mata uang global masih bergerak hati-hati menunggu arah kebijakan dan pernyataan penting dari Davos.(alg)
Sumber: Newsmaker.id