Dolar Stabil Ditengah Pelemahan Ekuitas AS dan Imbal Hasil
Indeks dolar Bloomberg bergerak stabil seiring turunnya imbal hasil Treasury dan aksi jual saham-saham AS saat pembukaan di New York.
Pound dan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilts) melemah karena spekulasi terkait anggaran Inggris meningkatkan ketidakpastian terhadap posisi fiskal negara tersebut, sementara franc Swiss dan yen yang berstatus aset aman mengungguli mata uang negara-negara G10 lainnya.
Bloomberg Dollar Spot Index nyaris tidak berubah, bergerak naik-turun di antara posisi untung dan rugi; indeks tersebut menuju dua pekan penurunan untuk pertama kalinya sejak Agustus.
“Gelombang kejatuhan aset berisiko secara global tampaknya akan berlanjut ke hari ketiga, karena investor semakin skeptis terhadap belanja kecerdasan buatan (AI) dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve bulan Desember,” tulis Karl Schamotta, chief market strategist di Corpay, pada hari Jumat.
Pasangan EUR/GBP sempat menguat hingga 0,5% ke 0,8865, level terkuat sejak April 2023, sebelum memangkas kenaikan.
Pasangan USD/JPY turun 0,2% ke 154,23; USD/CHF turun 0,3% ke 0,7908 seiring sentimen risk-off yang mendorong permintaan aset aman.
Swiss Franc menguat ke level tertinggi dalam satu dekade terhadap euro karena dinamika inflasi dan prospek kesepakatan dagang dengan AS mendukung mata uang tersebut; EUR/CHF turun 0,5% ke 0,91796, level terlemah sejak Januari 2015.
Pasangan EUR/USD turun 0,1% ke 1,1621; pasangan mata uang ini masih berada di jalur kenaikan 0,5% secara mingguan, kenaikan mingguan terbesar dalam tiga bulan.(yds)
Sumber: Bloomberg.com