• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

14 November 2025 14:44  |

Pasar Global mengejutkan, Dolar AS Melemah

Indeks Dolar AS (DXY) masih cenderung melemah dan bersiap menutup pekan di zona negatif. Pasar mulai makin khawatir dengan tumpukan data ekonomi AS yang tertunda setelah penutupan pemerintahan (shutdown) yang berlangsung hampir 43 hari. Sampai sekarang, pelaku pasar masih menunggu kejelasan bagaimana pemerintah akan merilis data-data yang tertunda itu, terutama setelah juru bicara Gedung Putih menyebut BLS bisa saja tidak pernah merilis data inflasi dan tenaga kerja untuk bulan Oktober. Di saat yang sama, komentar hati-hati dari pejabat The Fed soal langkah pelonggaran berikutnya ikut membebani sentimen dan membuat indeks saham utama Wall Street jatuh cukup dalam. Menjelang akhir pekan, DXY hanya bertahan tipis di atas level 99, sementara futures indeks saham AS bergerak campuran.

Di pasar mata uang utama, pergerakan cenderung beragam. EUR/USD sempat naik hampir 0,4% pada Kamis dan kini bergerak tenang di sekitar 1,1650, dengan fokus pasar tertuju pada revisi data GDP kuartal III dan data tenaga kerja Zona Euro. Emas masih diuntungkan sentimen “risk-off” dan sempat menyentuh level tertinggi tiga minggu di atas 4.200 dolar per troy ounce, sebelum terkoreksi ringan namun tetap bertahan di atas area 4.150. Dari Inggris, laporan Financial Times yang menyebut PM Keir Starmer dan Menkeu Rachel Reeves membatalkan rencana kenaikan pajak penghasilan membuat GBP/USD tertekan, dengan pasangan ini bergerak di sekitar 1,3150 pada sesi Eropa.

Di Asia Pasifik, data ekonomi China kembali jadi perhatian untuk mata uang komoditas. Data terbaru menunjukkan penjualan ritel China naik 2,9% year-on-year di Oktober dan produksi industri tumbuh 4,9%. Angka ini memberi sedikit dukungan ke sentimen risiko dan membantu AUD/USD tetap bertahan di atas 0,6500, meski sebelumnya sempat mencatat penurunan kecil. Sementara itu, USD/JPY menghentikan tren naik tiga hari dan ditutup melemah pada Kamis, lalu bergerak datar di sekitar 154,50 pada Jumat pagi waktu Eropa. Pernyataan Menteri Ekonomi Jepang Minoru Kiuchi bahwa pelemahan yen bisa mendorong inflasi melalui kenaikan biaya impor ikut menjadi catatan penting bagi pasar.

Secara keseluruhan, pasar global saat ini berada dalam fase “menunggu dan waspada”. Di satu sisi, pelemahan dolar AS muncul karena kekhawatiran bahwa data-data yang tertunda akan memperlihatkan pelemahan ekonomi yang lebih dalam. Di sisi lain, turunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed untuk Desember membuat pasar tidak bisa terlalu agresif menjual dolar. Kombinasi ini menciptakan pola yang unik: dolar melemah, emas dan logam mulia menguat, euro dan aussie mendapat sedikit dukungan, sementara yen dan pound bergerak hati-hati di tengah kebijakan dan berita politik yang terus berkembang.(Asd)

Sumber: Bloomberg.com

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
US DOLLAR

Dolar Mengakhiri Penurunan Tiga Hari Jelang Data Penggajian ...

Dolar menguat setelah tiga hari melemah karena para pedagang menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur prospek pelonggaran ke...

7 February 2025 13:14
BIAS23.com NM23 Ai