Dolar AS Tertekan, Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Kian Kuat
Malam ini, greenback melemah di tengah optimisme global dan harapan berakhirnya penutupan pemerintah AS.
Dolar Amerika Serikat (USD) kembali tertekan pada perdagangan Selasa malam waktu Asia, seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan. Sentimen positif terhadap prospek berakhirnya penutupan pemerintah AS juga mendorong investor beralih ke aset berisiko.
Indeks dolar (DXY) turun ke sekitar 99,5, mendekati posisi terendah dalam tiga bulan terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah serangkaian pernyataan pejabat The Fed yang menegaskan bahwa arah kebijakan berikutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi yang tertunda selama masa penutupan.
“Pasar mulai menilai risiko bahwa inflasi sudah cukup terkendali untuk memungkinkan pemangkasan suku bunga pertama pada Desember,” kata seorang analis mata uang dari Tokyo.
Di sisi lain, penguatan yen Jepang dan euro menambah tekanan terhadap dolar. Yen sempat menguat ke level 145 per dolar, sementara euro menembus level 1,12. Para pelaku pasar menilai, minat terhadap aset berisiko meningkat setelah kabar bahwa Senat AS telah mencapai kompromi untuk mengakhiri penutupan pemerintah yang telah berlangsung lebih dari sebulan.(cp)
Sumber; Newsmaker.id