Pound Menguat ke Level Tertinggi Sejak Juni, Inggris Menanti PM Baru
Pound Inggris menguat ke level US$1,343 terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat (10/07), menjadi posisi tertinggi sejak pertengahan Juni. Penguatan ini juga menandai kenaikan mingguan kedua secara beruntun bagi sterling terhadap greenback.
Kenaikan pound didorong oleh ekspektasi bahwa Bank of England akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini. Pasar uang saat ini memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga, dengan peluang sekitar 25% untuk kenaikan kedua.
Sterling telah rebound lebih dari 2% sejak menyentuh level terendah tujuh bulan pada akhir Juni. Pemulihan ini terjadi setelah Perdana Menteri dari Partai Buruh, Keir Starmer, mengumumkan pengunduran dirinya, sehingga pasar mulai mencermati arah kepemimpinan baru Inggris.
Andy Burnham diperkirakan akan mengambil alih posisi sebagai pemimpin Partai Buruh setelah kontestasi kepemimpinan berakhir pada Jumat, 17 Juli. Ia juga diperkirakan secara resmi menjadi perdana menteri pada Senin, 20 Juli.
Dari sisi dampak market, penguatan pound mencerminkan optimisme terhadap prospek suku bunga Inggris dan transisi politik yang mulai terbaca lebih jelas. Namun, risiko tetap datang dari harga minyak Brent yang sempat menyentuh level tertinggi dua pekan akibat kembali memanasnya konflik AS-Iran. Karena Inggris cukup bergantung pada impor energi, pasar Inggris masih sensitif terhadap lonjakan harga minyak yang dapat menekan inflasi dan memengaruhi arah kebijakan Bank of England. (asd)
Sumber: Newsmaker.id