GBP/USD Bertahan Kuat, Investor Menanti Data Inflasi AS
Newsmaker.id - Poundsterling menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat (10/7), membawa pasangan GBP/USD menuju kisaran 1,3450. Posisi tersebut melanjutkan pemulihan sterling setelah sempat menyentuh level terendah dalam tujuh bulan pada akhir Juni.
Penguatan pound terutama didukung oleh melemahnya dolar AS dan meredanya harga minyak dunia. Kondisi tersebut memberikan keuntungan bagi Inggris yang sangat bergantung pada impor energi, karena penurunan harga minyak dapat membantu mengurangi tekanan biaya dan inflasi domestik.
Sterling telah pulih lebih dari 2% dari level terendahnya dan bergerak mendekati posisi tertinggi dalam empat pekan. Namun, kenaikan tersebut masih dibayangi ketidakpastian politik Inggris setelah pengunduran diri Perdana Menteri Keir Starmer meningkatkan volatilitas di pasar mata uang.
Dari sisi moneter, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Bank of England lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Investor hanya memperhitungkan satu kenaikan suku bunga, sementara peluang kenaikan kedua diperkirakan sekitar 25%, turun dari proyeksi hingga tiga kali kenaikan sebelumnya.
Ke depan, arah GBP/USD akan sangat bergantung pada pergerakan dolar dan data inflasi Amerika Serikat. Data CPI yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan menekan pound, sedangkan inflasi yang lebih rendah berpotensi membuka ruang bagi GBP/USD untuk melanjutkan penguatan.(CP)