GBP/USD Melemah Akhir Mei, Akibat Tekanan Politik Inggris dan Repricing BoE
Pound sterling bergerak di sekitar $1,342 pada akhir Mei dan mengarah pada penurunan bulanan lebih dari 1% terhadap dolar AS. Pelemahan ini terjadi saat pasar menambah premi risiko pada aset Inggris di tengah kombinasi faktor domestik dan global.
Dari sisi politik, tekanan meningkat setelah Partai Buruh pimpinan Perdana Menteri Keir Starmer mengalami kekalahan dalam pemilihan lokal, memperbesar ketidakpastian kebijakan. Di saat yang sama, negosiasi AS–Iran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung tiga bulan ikut membentuk sentimen global, dengan isu inflasi menjadi sorotan; kesepakatan perpanjangan gencatan senjata 60 hari masih menunggu persetujuan Presiden Donald Trump.
Fundamental Inggris juga dipandang kurang mendukung, termasuk komposisi ekonomi yang dinilai kurang diuntungkan oleh sektor teknologi, ketergantungan yang lebih besar pada minyak, serta pesimisme terhadap prospek pertumbuhan. Kerentanan terhadap guncangan energi memperkuat sensitivitas sterling ketika pasar menilai ulang jalur inflasi dan risiko eksternal.
Dari sisi kebijakan moneter, investor sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England tahun ini, seiring harga minyak mereda dari puncak tertinggi empat tahun dan data Inggris menunjukkan pendinginan pasar tenaga kerja, inflasi yang lebih lunak dari perkiraan, serta sinyal moderasi aktivitas. Fokus pemantauan pasar berikutnya akan tertuju pada perkembangan politik Inggris, dinamika minyak dan inflasi global terkait AS–Iran, serta perubahan ekspektasi suku bunga BoE yang tercermin di pasar. (asd)
Sumber: Newsmaker.id