• Wed, Mar 25, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 November 2025 03:49  |

Pasar Tetap di Jalurnya saat Investor Menanti Reopening AS

Dolar AS (USD) masih tertekan karena investor cenderung risk-on jelang pemungutan suara yang diharapkan akan mendanai kembali pemerintah AS untuk jangka pendek.

Pemungutan suara untuk solusi pendanaan sementara di DPR AS diperkirakan berlangsung malam ini. Jika lolos, selera risiko berpotensi menyala kembali dan pasar segera menanti dimulainya lagi rilis data resmi—yang diperkirakan akan mendorong ekspektasi The Fed melanjutkan pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun.

Investor siap kembali masuk ke aset berisiko—yang dapat melemahkan Indeks Dolar AS (DXY)—apabila pemerintah berhasil mengesahkan pendanaan sementara. RUU pendanaan ini akan membuat lembaga statistik mulai mengejar ketertinggalan rilis data, menjanjikan volatilitas tambahan dalam beberapa minggu ke depan saat data kunci inflasi dan tenaga kerja terbit di luar jadwal normal.

Pasangan EUR/USD bergerak mendatar pasca reli lima hari, namun momentum bullish Euro (EUR) terbatas dan pasangan ini tertahan tepat di bawah EMA 50-hari sekitar 1,1625. Pola lower highs menahan potensi kenaikan, tetapi area 1,1500 tetap menjadi lantai teknikal kuat jika buyer kembali masuk.

Pasangan GBP/USD masih di bawah 1,3200 dan menguji 1,3100 karena pelaku “Cable” kesulitan menemukan katalis untuk mengangkat Pound Sterling (GBP) meski USD melemah secara luas. Data ekonomi Inggris belakangan ini meleset, dan rilis pertumbuhan PDB Inggris pada Kamis diperkirakan belum banyak berubah.

Pasangan USD/JPY menguji tertinggi sembilan bulan di atas 154,00 dan berpeluang mencatat bulan ketiga berturut-turut yang bullish jika tren bertahan hingga akhir November. Perbaikan sentimen global membuat Yen Jepang (JPY) melemah terhadap USD, mendorong Greenback naik setelah periode konsolidasi panjang di pertengahan 2025.

Minyak mentah WTI crude turun lagi di bawah $60,00 per barel pada Rabu, merosot ke terendah tiga minggu dekat $58,40 saat pelaku energi menunggu data stok API yang diperkirakan menunjukkan penumpukan berlanjut pada persediaan minyak mentah AS.

Meski sentimen global membaik, kecemasan masih ada, menjaga emas di sisi atas karena investor tetap memasang lindung nilai. XAU/USD sempat menembus bid intraday di atas $4.200 per ons pada Rabu, dan harga tertahan di area retracement 50% dari swing low terakhir dekat $3.900 hingga rekor bid sekitar $4.400 pada pertengahan Oktober.(yds)

Sumber: FXStreet.com

Related News

AUD/USD

AUD Tahan Kenaikan di $0,655

Dolar Australia bertahan di sekitar $0,655 pada Senin, melanjutkan penguatan 0,6% di Jumat menyusul pelemahan dolar AS setela...

8 September 2025 08:19
AUD/USD

AUD Melemah Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen Pasar

Dolar Australia (AUD) terus melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin (23/6), memperpanjang penurunan untuk hari ketiga...

23 June 2025 09:34
AUD/USD

AUD Kian Terpuruk: Trump, Tiongkok, dan RBA Jadi Beban Berat

Dolar Australia (AUD) melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin (07/07), melanjutkan tren penurunan untuk hari ketiga b...

7 July 2025 13:37
AUD/USD

AUD/USD Bisa Naik Hingga 1,0% Jika RBA Tetap Mempertahankan ...

AUD/USD bisa naik hingga 1,0% jika RBA tidak mengubah suku bunga, kata Kristina Clifton dari CBA dalam sebuah laporan penelit...

18 February 2025 07:20
BIAS23.com NM23 Ai