ETF Outflow Masih Bebani Bitcoin
Bitcoin kembali melemah pada perdagangan Rabu sesi Eropa (24/6), memperpanjang tekanan yang terjadi sejak awal pekan. Bitcoin bergerak di sekitar US$62.600 hingga US$62.800, masih tertahan dekat level rendah tahunan setelah pasar crypto kekurangan sentimen positif baru. Tekanan ini muncul ketika investor global masih berhati-hati terhadap aset berisiko, terutama setelah aksi jual besar melanda saham teknologi dan semikonduktor.
Sentimen risk-off menjadi salah satu alasan utama mengapa Bitcoin sulit bangkit. Koreksi tajam di saham-saham teknologi, terutama yang berkaitan dengan kecerdasan buatan dan chip, membuat investor mengurangi eksposur pada aset yang volatil. Walaupun sebagian dana keluar dari saham teknologi, aliran tersebut belum banyak masuk ke crypto. Investor justru terlihat lebih memilih menahan dana tunai atau beralih ke aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian pasar.
Tekanan lain datang dari ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat. Setelah pertemuan Federal Reserve pekan lalu yang dibaca hawkish, pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Kondisi ini kurang menguntungkan bagi Bitcoin karena suku bunga tinggi membuat aset berisiko menjadi kurang menarik. Selain itu, dolar AS yang kuat juga menekan minat terhadap crypto karena investor global cenderung memilih aset berbasis dolar.
Pelaku pasar kini menunggu data inflasi Personal Consumption Expenditures atau PCE Amerika Serikat pekan ini. Data tersebut menjadi indikator inflasi favorit The Fed dan dapat menentukan arah ekspektasi suku bunga berikutnya. Jika PCE menunjukkan inflasi masih panas, tekanan terhadap Bitcoin berpotensi berlanjut karena pasar akan semakin yakin The Fed tetap hawkish. Sebaliknya, jika inflasi mulai melandai, Bitcoin bisa mendapatkan ruang untuk rebound teknikal.
Dari sisi arus dana, tekanan terhadap Bitcoin juga terlihat dari outflow ETF spot yang masih berlanjut. Meski laju penarikan dana mulai melambat dalam beberapa pekan terakhir, belum ada tanda kuat bahwa arus modal berbalik menjadi inflow besar. Kondisi ini menunjukkan minat institusi terhadap Bitcoin masih tertahan, terutama ketika saham AI dan aset lain dengan fundamental pendapatan yang lebih jelas sempat menarik perhatian investor.
Di luar Bitcoin, mayoritas altcoin juga bergerak lemah. Ethereum berada di sekitar US$1.670, sementara sejumlah token besar seperti XRP, Solana, BNB, Cardano, Dogecoin, dan TRUMP coin ikut tertekan. Meski begitu, sentimen jangka menengah untuk industri crypto belum sepenuhnya negatif. Bank of America masih melihat peluang positif pada Coinbase, terutama jika regulasi crypto AS seperti CLARITY Act memberi kepastian hukum lebih besar dan membuka ruang pertumbuhan produk derivatif seperti perpetual futures. (arl)
Sumber: Newsmaker.id