Sinyal The Fed Hambat Pemulihan Bitcoin
Bitcoin masih berada di bawah tekanan pada sesi Eropa Kamis (17/6), seiring pasar kripto melanjutkan koreksi setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetapi memberi sinyal yang lebih hawkish. BTC terpantau di sekitar $64.232, dengan rentang harian $63.666 sampai $66.316.
Tekanan utama datang dari ekspektasi suku bunga AS yang kembali menguat. The Fed memang menahan suku bunga, tetapi semakin banyak pembuat kebijakan melihat peluang kenaikan suku bunga tahun ini karena inflasi masih tinggi. Ketua Fed baru, Kevin Warsh, juga memberi sinyal perubahan dalam cara bank sentral berkomunikasi, sehingga menambah ketidakpastian bagi aset berisiko.
Bagi Bitcoin, lingkungan suku bunga tinggi menjadi hambatan karena investor cenderung lebih selektif terhadap aset spekulatif. Ketika yield dan dolar AS tetap kuat, daya tarik kripto dapat berkurang karena pasar lebih memilih aset dengan imbal hasil yang lebih jelas dan risiko lebih terukur.
Kesepakatan damai sementara AS-Iran yang mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran utama di Timur Tengah belum cukup mengangkat sentimen kripto. Arus risk-on lebih banyak mengalir ke saham teknologi, AI, dan semikonduktor yang dinilai memiliki fundamental lebih kuat, sementara kripto masih dibebani aliran institusional yang belum solid.
Tekanan juga terlihat pada altcoin utama. Ethereum bergerak di sekitar $1.745,36, XRP di $1,18, dan Solana di $71,90, semuanya masih berada dalam tekanan harian. Pergerakan ini menunjukkan pelemahan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga meluas ke pasar kripto yang lebih luas.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada arah yield Treasury, dolar AS, arus dana ETF kripto spot, serta perkembangan lanjutan kesepakatan AS-Iran. Selama The Fed mempertahankan nada hawkish dan likuiditas global tetap ketat, Bitcoin berpotensi sulit membangun pemulihan yang kuat meski sentimen geopolitik mulai membaik.(arl)
Sumber : Newsmaker.id