Bitcoin Tertekan, ETF Outflow dan Risiko Iran Menekan
Bitcoin melemah pada perdagangan Senin (1/6) dan bertahan dekat area terendah dua bulan, seiring selera risiko kembali surut setelah aksi militer terbaru AS–Iran memudarkan harapan tercapainya kesepakatan cepat. Di sesi Eropa, BTC diperdagangkan di sekitar US$71.041, turun sekitar 3,4% dari penutupan sebelumnya.
Tekanan juga datang dari sisi arus institusional. Dalam tiga pekan terakhir, pasar disebut melihat gelombang penjualan besar dari ETF Bitcoin spot di AS, yang memperlemah minat mengambil risiko di aset kripto. Pada kondisi seperti ini, kripto cenderung bergerak mengikuti “risk-off”: ketika investor memilih aset yang dianggap lebih aman, permintaan untuk aset spekulatif menyusut.
Dari sisi makro, kekhawatiran suku bunga tinggi lebih lama masih menjadi beban. Data inflasi AS yang tetap panas menjaga ekspektasi bahwa The Fed tidak akan buru-buru melonggarkan kebijakan, sehingga ruang pemulihan kripto menjadi terbatas karena biaya peluang (opportunity cost) meningkat saat yield menarik.
Pelemahan meluas ke altcoin. Ethereum turun ke sekitar US$1.966,84 (sekitar -2,1%). Solana berada di US$79,52 (sekitar -2,8%) dan Cardano di US$0,2268 (sekitar -2,9%), sementara BNB terkoreksi lebih dalam ke US$677,69 (sekitar -5,9%).
Untuk token yang tidak terbaca akurat di feed harga yang sama, rujukan pasar kripto menunjukkan XRP berada di sekitar US$1,28 dan Dogecoin sekitar US$0,10 dengan pelemahan harian moderat.
Ke depan, pasar kripto akan sangat sensitif pada dua hal: apakah tensi geopolitik mereda sehingga risk appetite pulih, dan apakah arus ETF kembali stabil. Tanpa perbaikan di dua faktor itu, reli cenderung rapuh dan pergerakan harga tetap mudah terseret sentimen makro. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id