Bitcoin Tertahan, Derivatif Tak Ikut “Hype” Adopsi
Bitcoin masih bergerak terbatas di sekitar level psikologis US$80.000 pada Kamis (14/5) meski arus berita yang menunjukkan aset digital makin masuk arus utama terus berdatangan, mulai dari pembahasan rancangan regulasi kripto di Washington hingga ekspansi inisiatif tokenisasi oleh lembaga keuangan besar. Bitcoin berada di US$81.467, naik 2,98% dari penutupan sebelumnya.
Minimnya respons harga dinilai lebih mencerminkan perubahan cara investor mengekspresikan optimisme. Sinyal yang lebih “berbicara” justru datang dari pasar derivatif, di mana opsi Bitcoin jangka pendek diperdagangkan dengan implied volatility yang mendekati level terendah tahun ini (berdasarkan pemantauan Block Scholes dalam narasi), menunjukkan pasar belum melihat katalis jangka dekat yang cukup kuat untuk mendorong breakout atau sell-off.
Pasar juga terlihat menempatkan risiko event politik lebih besar pada saham terkait kripto dibanding Bitcoin itu sendiri. Narasi tersebut konsisten dengan pengamatan bahwa kontrak opsi pada emiten kripto tertentu menunjukkan premi volatilitas yang lebih jelas, sementara Bitcoin cenderung diperlakukan sebagai aset yang “didukung struktur” tetapi tidak menjadi kendaraan utama untuk posisi event-driven.
Di sisi dukungan, arus masuk ke ETF Bitcoin masih menjadi penyangga, sementara dinamika suplai dinilai mulai mengetat secara bertahap karena akumulasi holder jangka panjang dan penjualan miner yang lebih terbatas—namun efeknya cenderung bekerja dalam horizon bulan, bukan hari.
Pergerakan kripto lain ikut menguat pada pembaruan yang sama: Ether di US$2.305 (+2,37%), BNB di US$681,56 (+1,84%), Cardano di US$0,271 (+2,57%), sementara Solana sekitar US$93,28, XRP sekitar US$1,47, dan Dogecoin sekitar US$0,1156. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id