Bitcoin Tertekan, CPI dan Iran Jadi Pemicu
Bitcoin bergerak melemah pada Selasa (12/5), dengan pasar kripto bertahan dalam rentang sempit seiring memudarnya harapan kesepakatan damai AS–Iran dan data inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan menekan selera risiko. Pada 23:28 WIB, Bitcoin berada di US$80.253, turun 1,84%.
Tekanan muncul setelah laporan menyebut Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan opsi militer tambahan terhadap Iran, meski keputusan dalam pekan ini dinilai belum mengarah ke aksi segera. Trump juga menyatakan gencatan senjata “berada pada dukungan hidup” dan mempertimbangkan melanjutkan operasi untuk memulihkan pelayaran komersial di Selat Hormuz, menjaga pasar sensitif terhadap risiko geopolitik.
Di sisi makro, inflasi AS April tercatat lebih tinggi dari ekspektasi, memperkuat narasi suku bunga tinggi lebih lama. Headline CPI naik 3,8% yoy (vs 3,7% perkiraan) dan core CPI menguat, memperbesar kehati-hatian pada aset spekulatif seperti kripto, terutama jika pasar kembali memangkas peluang pelonggaran kebijakan pada 2026.
Sentimen risiko juga dibayangi agenda pertemuan puncak AS–China pekan ini di tengah hubungan yang menegang, yang ikut menekan aset berisiko secara lebih luas. Pergerakan pasar saham Asia yang cenderung melemah dan kontrak berjangka Wall Street yang turun ikut mencerminkan sikap defensif tersebut.
Di pasar kripto utama lain, Ether melemah ke US$2.266,94 pada 23:28 WIB, turun 3,03%, sementara pergerakan altcoin disebut cenderung fluktuatif di tengah kehati-hatian pasar. (arl)
Sumber: Newsmaker.id