Powell Efek: Perak Bangkit Perlahan
Harga perak bergerak di kisaran tinggi $41-$42 per ons pada Jumat (19/9), setelah sempat berfluktuasi menyusul keputusan The Fed. Kutipan real-time menunjukkan XAG/USD terakhir berada di area $41,7–$41,9, menandai pemulihan tipis dari pelemahan awal pekan namun masih sensitif terhadap pergerakan dolar AS yang positif.
Dari sisi kebijakan, The Fed memulai kembali siklus pemangkasan dengan memangkas 25 bps, tetapi Ketua Jerome Powell menegaskan pendekatan “meeting-by-meeting” dan menyebut langkah ini sebagai pemangkasan berbasis manajemen risiko akibat melemahnya pasar tenaga kerja. Nada yang kurang dovish dibanding ekspektasi membuat reli logam mulia—termasuk perak—lebih selektif dan bergantung pada arah DXY dan imbal hasil riil dalam jangka pendek.
Fundamental jangka menengah tetap konstruktif. The Silver Institute memperkirakan defisit pasar perak berlanjut pada 2025 seiring permintaan industri (termasuk fotovoltaik/solar) yang mendekati rekor, sementara pasokan tidak bertambah cepat. Ketidakseimbangan ini memberi bantalan pada harga ketika sentimen risiko goyah, meski volatilitas tetap tinggi di sekitar level tertinggi multi-tahun. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id