Naik Diam-Diam, Perak Bersiap Tembus Level Kritis?
Harga perak saat ini bergerak di sekitar level $36.224 per ons, mencatat penguatan stabil setelah reli tajam dalam dua pekan terakhir. Secara fundamental, sentimen pasar terhadap logam mulia masih positif, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve pada paruh kedua 2025. Selain itu, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS pasca pengesahan RUU pajak baru juga mendorong investor mencari aset lindung nilai seperti perak dan emas.
Dari sisi teknikal, perak masih diperdagangkan di atas support kuat di kisaran $35.800. Selama harga bertahan di atas level ini, tren jangka pendek tetap dalam zona bullish. Namun, indikator RSI mulai menunjukkan kondisi jenuh beli (overbought), yang berarti ada potensi koreksi ringan dalam waktu dekat sebelum melanjutkan kenaikan.
Pelaku pasar kini menunggu rilis data ketenagakerjaan AS dan keputusan resmi dari OPEC+ yang bisa memengaruhi dolar AS secara tidak langsung—dan pada akhirnya berdampak pada pergerakan perak. Jika data ekonomi AS melemah dan dolar terus tertekan, maka harga perak bisa kembali menguji resistance selanjutnya di atas $36.500 per ons.
Sumber: (ayu-newsmaker)