Harga Perak Bertahan di Dekat $36: Tekanan Sentimen Risk-On dan Arah Pasar Komoditas
Harga perak diperdagangkan mendekati level $36,00 per troy ounce pada Senin (30/6), melanjutkan konsolidasi setelah reli yang kuat dalam beberapa minggu terakhir. Sentimen pasar yang beralih ke mode risk-on menahan laju kenaikan logam mulia ini, meskipun fundamental jangka menengah masih tetap solid. Para investor tampak mulai mengalihkan sebagian modal mereka ke aset berisiko seperti saham dan mata uang kripto, menyusul membaiknya data ekonomi global dan redanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Sementara itu, dolar AS yang masih melemah memberikan sedikit dukungan terhadap harga perak. Melemahnya greenback membuat logam mulia lebih murah bagi pembeli luar negeri dan biasanya menjadi katalis positif bagi komoditas berbasis dolar. Namun, para pelaku pasar tampaknya tengah menunggu rilis data pekerjaan dari Amerika Serikat minggu ini, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan, harapan pemangkasan suku bunga bisa kembali menguat—yang berpotensi mendorong perak naik lebih lanjut.
Di sisi teknikal, perak saat ini diperdagangkan di dekat zona support jangka pendek di kisaran $35,80–$36,00. Jika harga mampu bertahan dan volume pembelian kembali menguat, potensi untuk menembus resistance di atas $36,50 tetap terbuka. Namun, bila tekanan risk-on makin mendominasi dan data ekonomi menunjukkan kekuatan, harga perak bisa mengalami koreksi lanjutan ke area $34,90–$35,10. Para analis menilai bahwa perak tetap menjadi instrumen lindung nilai yang menarik dalam jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian fiskal dan potensi pelonggaran kebijakan global yang akan datang.
Sumber : Newsmaker.id(Arl)