Tekanan USD Mereda, Perak Kian Percaya Diri
Perak (XAG/USD) menguat pada sesi Eropa di atas $50 troy ons hari Selasa (11/11), melanjutkan kenaikan awal pekan seiring turunnya imbal hasil obligasi AS dan melemahnya dolar secara bertahap. Sentimen pasar membaik setelah progres nyata menuju akhir penutupan pemerintah AS, yang diperkirakan membuka kembali aliran data resmi (pekerjaan, inflasi) dan memberi kejelasan arah kebijakan moneter. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember tetap menjadi pendorong utama logam mulia non-bunga seperti perak, menjaga minat beli di level tinggi meski volatilitas intraday meningkat.
Dari sisi fundamental permintaan, prospek industri yang solid—terutama dari kendaraan listrik dan fotovoltaik—terus menopang harga. Produsen panel surya masih mencatat permintaan kuat menjelang akhir tahun, sementara stok pabrikan yang menipis di beberapa wilayah mendorong pembelian antisipatif. Di sisi penawaran, pasokan tambang yang cenderung tidak elastis (karena perak banyak dihasilkan sebagai produk sampingan) membatasi respons cepat terhadap kenaikan harga, sehingga defisit pasar yang berulang dalam beberapa tahun terakhir tetap menjadi narasi pendukung.
Namun, ruang naik jangka pendek tetap dipengaruhi dua hal: rilis data AS yang tertunda pasca-shutdown dan arah dolar. Jika data resmi yang kembali muncul menunjukkan perlambatan ekonomi dan inflasi yang lebih jinak, peluang pelonggaran The Fed menguat—bias perak tetap positif. Sebaliknya, jika dolar berbalik menguat tajam atau yield pulih, reli perak berisiko tertahan dan memicu aksi ambil untung menjelang rilis-rilis utama. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id