Minyak Naik Tipis, Tapi Bayang-Bayang Surplus Masih Berat
Harga minyak menguat tipis pada Jumat (13/2), namun arah mingguan masih cenderung negatif karena pasar dibebani proyeksi surplus pasokan besar dan lonjakan stok.
Pada 06:05 ET, Brent April naik 0,4% ke $67,80/barel dan WTI naik 0,4% ke $63,06/barel. Meski rebound, keduanya masih terpukul setelah turun hampir 3% di sesi sebelumnya dan kini mengarah pada penurunan mingguan sekitar 1%.
Tekanan utama datang dari laporan IEA yang memperkirakan pasar global berisiko mengalami surplus >3,7 juta barel per hari pada 2026, ditambah stok global yang meningkat dengan laju tercepat sejak pandemi—tanda pasokan “longgar”. Dari AS, data EIA menunjukkan persediaan minyak mentah melonjak 8,53 juta barel (kenaikan terbesar sejak Jan 2025), mengindikasikan pasokan melimpah dan permintaan kilang yang tidak terlalu agresif.
Di sisi geopolitik, komentar Trump bahwa negosiasi nuklir dengan Iran bisa berlangsung hingga sebulan ikut menurunkan premi risiko. Pasar juga cenderung menahan diri jelang rilis CPI AS, karena data inflasi bisa mengubah ekspektasi suku bunga Fed dan sentimen risiko secara keseluruhan. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id