Minyak Melemah: Deal Iran Dibahas, Risiko Perang Masih Ada
Harga minyak bergerak naik-turun tipis pada hari Kamis (12/2) karena trader lebih fokus ke ketegangan AS–Iran dibanding sinyal pasokan yang mulai longgar. Di perdagangan terbaru, Brent turun sekitar 0,27% ke $69,21/barel, sementara WTI melemah sekitar 0,12% ke $64,55/barel—menunjukkan pasar masih “wait and see” sambil ngukur seberapa besar risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Brent sebelumnya sempat mendapat dorongan setelah menguat hampir 1% sehari sebelumnya, tapi komentar Presiden AS Donald Trump soal opsi kesepakatan nuklir dengan Teheran belum sepenuhnya menenangkan pasar. Meski Trump menyebut kesepakatan sebagai pilihan, kekhawatiran soal kemungkinan eskalasi tetap ada—apalagi Washington juga menyiagakan kekuatan militer di kawasan, membuat risk premium belum benar-benar hilang.
Di sisi fundamental, tekanan datang dari narasi “pasokan melimpah”. Laporan bulanan IEA menilai pertumbuhan permintaan 2026 melambat dan pasar berpotensi menghadapi surplus yang besar (pasokan > permintaan), sehingga kenaikan harga jadi gampang “mental” setiap kali muncul kabar pasokan longgar.
Kombinasi dua faktor ini bikin minyak seperti ditarik dua arah: geopolitik menahan penurunan lebih dalam, sementara data pasokan membatasi reli. Dalam update sesi New York yang juga dipantau pelaku pasar, Brent kontrak April sempat turun sekitar 0,7% ke $68,91, dan WTI Maret berada di sekitar $64,19—menggambarkan bahwa pasar masih nyaman di range, belum dapat pemicu kuat buat “breakout”. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id