Minyak Stabil Setelah Anjlok 4%: Pasar Tunggu Iran
Harga minyak bergerak stabil pada Selasa (3/2) setelah sempat jatuh lebih dari 4% di sesi sebelumnya, ketika pasar mulai menghitung ulang prospek pasokan global dan peluang meredanya ketegangan United States–Iran.
Brent naik tipis ke $66,47/barel dan WTI di $62,38/barel.
Dari sisi suplai, Alexander Novak menilai pasar minyak global saat ini “seimbang” dan memperkirakan permintaan akan naik bertahap pada Maret–April. Di saat yang sama, OPEC+ memutuskan mempertahankan level produksi untuk Maret, yang ikut menahan volatilitas pasca penurunan tajam.
Sentimen kemarin tertekan setelah Donald Trump menyebut Iran “serius” membuka ruang pembicaraan, sehingga premi risiko geopolitik yang sebelumnya mengangkat harga minyak mulai terkikis. Reuters juga melaporkan pembicaraan nuklir diperkirakan lanjut Jumat di Turkey, sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan negosiasi bisa jalan selama ancaman dan tuntutan “tak masuk akal” dihindari.
Di sisi lain, dolar AS yang masih kuat ikut jadi “rem” karena membuat minyak berdenominasi dolar lebih mahal bagi pembeli non-dolar. Faktor ini yang bikin pemulihan harga jadi terbatas meski ada pantulan setelah menyentuh level terendah sepekan di sesi yang sama.
Pasar juga memantau dampak kesepakatan dagang baru AS–India. Trump mengumumkan tarif AS atas barang India dipangkas ke 18% dengan imbalan India mengurangi pembelian minyak Rusia dan beralih membeli dari AS (serta kemungkinan dari Venezuela), sebuah arah kebijakan yang bisa mengubah peta arus crude global kalau benar-benar dieksekusi sesuai detailnya. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id