Minyak Melemah 3 Hari, Pasar Pantau Iran & Deal AS–India
Harga minyak turun untuk hari ketiga beruntun setelah tensi geopolitik mereda, sementara trader menunggu kejelasan soal potensi kesepakatan dagang AS–India yang bisa membuat India mengurangi impor minyak diskon dari Rusia.
Kontrak Brent turun di bawah US$66/barel, setelah kontrak April sempat amblas 4,4% pada Senin di tengah aksi jual komoditas yang meluas. WTI juga melemah dan bergerak di sekitar US$62/barel.
Sentimen ikut membaik setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran terkait kesepakatan nuklir baru bisa dimulai dalam beberapa hari, menyusul sinyal dari Teheran bahwa mereka siap berdialog. Nada yang lebih “lunak” ini membuat premi risiko geopolitik di minyak berkurang.
Di sisi lain, Trump juga menyebut akan memangkas tarif untuk India sebagai imbalan kesepakatan bahwa PM Narendra Modi menghentikan pembelian minyak Rusia—namun klaim ini belum dikonfirmasi pihak India. Pengiriman minyak Rusia ke pelabuhan India pun dilaporkan merosot ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun, memicu potensi bertambahnya stok barel “tersanksi” yang belum terserap di pasar global.
Padahal bulan lalu minyak sempat reli meski ada kekhawatiran pasar berisiko kelebihan pasokan (glut). Harga waktu itu tertopang oleh isu geopolitik dan gangguan pasokan, termasuk dari Kazakhstan. Namun reli itu mentok pada Senin ketika komoditas—terutama logam—kompak terkoreksi, ditambah penguatan dolar AS yang ikut menekan aset berbasis komoditas.
Update harga (pagi sesi Asia): Brent kontrak April turun 0,8% ke US$65,74/barel, sementara WTI kontrak Maret turun 0,8% ke US$61,65/barel.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id