• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

15 January 2026 15:56  |

Harga Minyak Jeblok, Sentimen Berbalik Bearish

Harga minyak terjun tajam pada Kamis (15/1), setelah pasar “memangkas” premi risiko Iran menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menilai eskalasi bisa ditahan. Sentimen bearish makin tebal karena stok minyak AS melonjak dan ada harapan suplai tambahan dari Venezuela.

Pada perdagangan sesi Eropa, Brent turun ke sekitar US$64,8/barel, sementara WTI melemah ke kisaran US$60,5/barel (penurunan >2%).

Sebelumnya, kontrak juga sempat tercatat turun lebih dalam hingga Brent ~US$64,31 dan WTI ~US$59,97 pada sesi Asia.

“Premi Iran” dipangkas

Minyak kehilangan tenaga setelah Trump menyampaikan bahwa pembunuhan/aksi keras dalam penindakan protes di Iran disebut mulai berhenti, sehingga kekhawatiran pasar terhadap peluang aksi militer AS—dan potensi gangguan pasokan—ikut mereda.

Sebelumnya, ketegangan sempat meningkat setelah muncul sinyal ancaman balasan Iran terhadap pangkalan AS jika Washington melakukan serangan. AS pun dilaporkan menarik sebagian personel dari pangkalan di Timur Tengah sebagai langkah antisipasi.

Data stok AS menambah tekanan

Dari sisi fundamental, laporan terbaru EIA memperlihatkan stok minyak mentah AS naik 3,4 juta barel menjadi sekitar 422,4 juta barel untuk pekan yang berakhir 9 Januari—berlawanan dengan ekspektasi pasar yang semula memperkirakan penurunan stok.

Stok bensin juga naik, memperkuat kesan bahwa pasokan masih relatif longgar dan menekan harga.

Venezuela ikut jadi faktor bearish

Tekanan tambahan datang dari kabar bahwa ekspor minyak Venezuela mulai bergerak lagi dan perusahaan minyak negara setempat disebut mulai membalikkan sebagian pemangkasan produksi yang sebelumnya dilakukan di bawah pembatasan/embargo AS.

Tapi demand masih jadi penahan

Di sisi permintaan, OPEC melihat pertumbuhan permintaan masih berlanjut hingga 2027 dan menilai keseimbangan pasar 2026 relatif dekat seimbang, berbeda dengan sebagian proyeksi lain yang menilai surplus besar.

Sementara itu, data pemerintah China menunjukkan impor minyak mentah Desember melonjak dan laju impor harian mencapai rekor, memberi bantalan pada prospek permintaan Asia. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai