Iran Memanas, Minyak Bertahan di Puncak Sebulan
Harga minyak bergerak stabil di dekat level tertinggi satu bulan pada Senin (12/1) setelah gejolak di Iran kembali memunculkan risiko gangguan pasokan dari salah satu produsen terbesar OPEC. Pada perdagangan terbaru, Brent berada di kisaran US$63 per barel dan WTI di kisaran US$59 per barel, menandakan pasar masih memasang “premi risiko” meski kenaikannya terbatas.
Pasar menilai potensi gangguan terhadap ekspor harian Iran dapat mengimbangi narasi kelebihan pasokan global yang sebelumnya menekan harga dan membuat investor makin bearish. Namun pelaku pasar cenderung menunggu bukti gangguan nyata—misalnya penurunan ekspor atau gangguan di jalur distribusi—sebelum mendorong reli yang lebih agresif.
Gejolak ini juga disebut sebagai tantangan paling signifikan bagi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sejak gelombang protes nasional pada 2022. Iran sendiri tercatat sebagai produsen minyak mentah terbesar keempat di OPEC, sehingga setiap eskalasi yang mengarah pada hambatan produksi/ekspor berpotensi cepat terasa ke harga global. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id