Emas Turun di Bawah $4.000/oz, Perak Melemah dari Rekornya
Harga emas turun 2% pada Kamis (9/10), yang menembus kembali ke bawah level $4.000 per ons yang untuk pertama kalinya dilewati pada sesi sebelumnya, seiring penguatan dolar AS dan aksi ambil untung pasca tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Perak juga melemah dari rekor tertingginya di $51,22 per ons, tertekan faktor yang sama seperti emas.
Emas spot turun hampir 2% ke $3.959,48 per ons pada pukul 13:53 waktu setempat (17:53 GMT). Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember turun 2,4% dan ditutup di $3.972,60. Perak berada mendatar di sekitar $48,93 per ons. Indeks dolar naik 0,5% mendekati level tertinggi dua bulan, membuat emas yang dihargakan dalam dolar terasa lebih mahal bagi pembeli di luar AS.
“Para spekulan mengambil keuntungan dari emas seiring berlakunya gencatan senjata di Gaza karena itu menurunkan tensi di kawasan yang secara historis volatil,” ujar Tai Wong, pedagang logam independen.
Israel dan Hamas pada Kamis menandatangani perjanjian gencatan senjata, fase pertama dari inisiatif Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.
“Emas dan perak mungkin perlu konsolidasi lebih lanjut, tetapi pendorong utama reli—diversifikasi cadangan dan besarnya utang kedaulatan global yang terus bertambah—tetap valid dan menjaga pandangan bullish,” kata Wong.
Emas batangan menembus $4.000 per ons untuk pertama kalinya pada Rabu, menyentuh rekor $4.059,05. Aset tanpa imbal hasil yang secara tradisional menjadi lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi ini telah naik sekitar 52% tahun ini. Reli didorong oleh ketegangan geopolitik, pembelian bank sentral yang kuat, meningkatnya arus masuk ETF, ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, serta ketidakpastian ekonomi terkait tarif.
Risalah pertemuan bank sentral AS bulan September yang dirilis Rabu menunjukkan para pejabat The Fed sepakat bahwa risiko terhadap pasar tenaga kerja AS cukup tinggi untuk membenarkan pemangkasan suku bunga, namun mereka tetap waspada terhadap inflasi yang membandel. The Fed melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga pada September dengan penurunan 25 basis poin.
Pelaku pasar kini memperkirakan masing-masing satu pemangkasan 25 bps pada Oktober dan Desember, dengan peluang 95% dan 80%. (FedWatch).(yds)
Sumber: Reuters.com