• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

18 September 2025 07:59  |

Nada Kurang Dovish Fed, Emas Stabil

Emas bertahan stabil di sesi awal Asia hari Kamis (18/9), setelah merosot dari rekor tertinggi baru di sesi sebelumnya menyusul pengumuman pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve yang sangat dinantikan.

Bank sentral AS pada hari Rabu menurunkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase dan memproyeksikan dua pemangkasan lagi tahun ini. Emas sempat melonjak ke rekor tertinggi baru di $3.707,57 per ons setelah pengumuman tersebut, karena suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas batangan, aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Namun, logam mulia tersebut menutup sesi dengan penurunan 0,8%, karena para pedagang menilai nada The Fed dalam keputusan kebijakan moneter di masa mendatang kurang dovish dari yang diperkirakan.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan kekhawatirannya tentang tekanan inflasi yang didorong oleh tarif, dengan mengatakan bahwa bank sentral berada dalam "situasi dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya" terkait dengan pergerakan suku bunga tambahan. Hal itu mendorong Treasury melemah di seluruh kurva sementara indeks dolar menguat, yang berdampak pada emas batangan.

Emas telah naik hampir 40% tahun ini, melampaui aset-aset utama seperti Indeks S&P 500 dan melampaui rekor yang disesuaikan dengan inflasi yang dicapai pada tahun 1980. Volatilitas perdagangan dan geopolitik yang mendorong permintaan safe haven, bersama dengan pembelian bank sentral dan arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa, semuanya telah mendukung reli tersebut.

Keputusan suku bunga juga datang pada saat yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Fed. Gubernur Lisa Cook berada di tengah pertempuran hukum dengan Presiden Donald Trump, yang berusaha menggulingkannya atas tuduhan penipuan hipotek. Stephen Miran, penasihat ekonomi pemerintah, dipercepat masuk ke bank sentral untuk mengisi lowongan sementara dan merupakan satu-satunya gubernur yang memberikan suara menentang keputusan suku bunga hari Rabu, lebih memilih pemotongan setengah poin.

Intervensi politik dalam independensi bank sentral dapat membantu mendorong emas lebih tinggi. Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan bahwa emas dapat reli mendekati $5.000 per ons jika hanya 1% dari obligasi pemerintah yang dimiliki swasta beralih ke emas. Yang terbaru adalah Deutsche Bank AG, yang pada hari Rabu menaikkan proyeksinya menjadi $4.000 per ons tahun depan.

Emas sedikit berubah pada $3.661,99 per ons pada pukul 08.50 pagi waktu Singapura. Bloomberg Dollar Spot Index naik tipis 0,1%. Perak, paladium, dan platinum semuanya menguat. (Arl)

Sumber: Bloomberg.com

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
GOLD

Emas Masih Tunggu Hasil FOMC

Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil pada hari Rabu, diperdagangkan mendekati $3.330 per troy ounce di sesi Eropa, setelah se...

30 July 2025 21:21
BIAS23.com NM23 Ai