Emas Turun Tipis Usai Data CPI AS
Harga emas melemah tipis pada Kamis (18/12) ketika pasar mencerna data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini mengurangi daya tarik emas sebagai lindung nilai (hedge) terhadap inflasi, meski dukungan dari tingkat pengangguran November yang lebih tinggi membatasi penurunan lebih lanjut.
Emas spot turun 0,2% menjadi $4.330,39 per ounce pada pukul 02:26 siang waktu ET (19:26 GMT). Emas batangan sempat menyentuh rekor tertinggi $4.381,21 pada 20 Oktober, dan sebelumnya pada sesi ini masih bergerak di dekat level tersebut.
“Sekarang inflasi terlihat turun lebih cepat dari perkiraan, hal ini mengurangi daya tarik membeli ‘asuransi’ terhadap inflasi. Emas adalah lindung nilai inflasi utama, jadi pelemahannya cukup masuk akal setelah laporan CPI,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.
Data menunjukkan harga konsumen AS naik 2,7% secara tahunan (yoy) pada November, lebih rendah dari perkiraan 3,1% menurut survei ekonom Reuters. Setelah rilis data ini, kontrak berjangka suku bunga federal funds memperhitungkan peluang yang sedikit lebih besar bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Januari.
“Perlu diingat, salah satu alasan emas naik begitu tajam selama beberapa tahun terakhir adalah karena inflasi tinggi menggerus nilai mata uang fiat,” tambah Razaqzada.
Aset tanpa imbal hasil seperti emas biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah, dan dikenal sebagai instrumen lindung nilai inflasi.
“Tren emas masih sangat positif dan pada akhirnya diperkirakan akan terjadi penembusan ke atas (upside breakout) dari tren tersebut. Target kenaikan saya ada di $4.515,63 dan $5.000 juga masih menjadi target yang valid,” kata Peter Grant, wakil presiden sekaligus senior metals strategist di Zaner Metals.
Perak spot turun 1,5% menjadi $65,3 per ounce, mundur dari rekor tertinggi $66,88 yang dicapai pada sesi sebelumnya. Perak mengungguli emas tahun ini, naik 126% sejak awal tahun (YTD) didorong permintaan investasi dan kekhawatiran defisit pasokan.
Platinum naik 1,2% menjadi $1.922,05, level tertinggi dalam lebih dari 17 tahun, sementara palladium melonjak 3,7% menjadi $1.708,72, mendekati level tertinggi dalam hampir tiga tahun.(yds)
Sumber: Reuters.com