The Fed Siapkan Perombakan Besar, Warsh Libatkan Tokoh dari Luar
Newsmaker.id - Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menunjuk sejumlah ekonom, mantan pejabat bank sentral, akademisi, hingga tokoh bisnis untuk mengawasi evaluasi menyeluruh terhadap operasional bank sentral Amerika Serikat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Warsh memperbarui cara The Fed merancang dan menjalankan kebijakan moneter.
Para tokoh eksternal tersebut akan memimpin lima kelompok kerja atau task force yang berfokus pada komunikasi The Fed, kebijakan neraca, kualitas data ekonomi, produktivitas dan tenaga kerja, serta kerangka pengendalian inflasi. Masing-masing kelompok akan bekerja secara independen dengan dukungan staf internal The Fed.
Sejumlah nama besar yang terlibat antara lain mantan Gubernur Bank of England Mervyn King, mantan Gubernur Reserve Bank of India Raghuram Rajan, mantan Gubernur The Fed Jeremy Stein, ekonom Harvard Raj Chetty, hingga investor teknologi Marc Andreessen. Mantan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih Greg Mankiw juga masuk dalam kelompok tersebut.
Warsh menilai perekonomian telah mengalami perubahan besar dalam beberapa dekade terakhir sehingga metode dan instrumen The Fed perlu disesuaikan. Salah satu isu yang turut dikaji adalah pengaruh kecerdasan buatan terhadap produktivitas, penciptaan lapangan kerja, serta perkembangan inflasi.
Kelompok kerja tersebut ditargetkan memberikan rekomendasi kepada Federal Open Market Committee sebelum akhir 2026. Meski belum langsung mengubah arah suku bunga, hasil evaluasi berpotensi memengaruhi strategi komunikasi, pengelolaan neraca, dan kerangka kebijakan moneter The Fed dalam jangka panjang.
Untuk dolar AS, dampaknya berpotensi positif apabila evaluasi memperkuat citra Warsh sebagai pemimpin yang tegas terhadap inflasi. Ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama atau kenaikan suku bunga dapat mendorong imbal hasil obligasi dan memperkuat dolar.
Untuk emas, sentimennya cenderung negatif jika pasar menilai hasil kajian akan membuat The Fed lebih hawkish. Suku bunga dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas. Sebelumnya, sinyal hawkish Warsh juga sempat mendorong penguatan dolar dan menekan harga emas.(CP)