Trump Hentam PBB: Serang Migrasi dan Energi Hijau
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat gebrakan di mimbar Sidang Umum PBB, Selasa (23/9). Dalam pidatonya yang berlangsung hampir satu jam, Trump mengecam isu utama PBB yakni migrasi global dan perubahan iklim. Ia menuding kebijakan energi hijau dan arus imigrasi justru membuat negara-negara Eropa “di ambang kehancuran.” Bahkan, Trump menyebut tanpa tindakan cepat, “negara kalian akan menuju neraka.”
Trump menegaskan negara harus mengutamakan kepentingan masing-masing daripada mengikuti agenda global. Ia menyerang sains iklim dengan menyebut pemanasan global sebagai “penipuan terbesar sepanjang masa” dan menilai jejak karbon hanyalah akal-akalan pihak dengan “niat jahat.” Pandangan itu kontras dengan semangat PBB yang selama ini mendorong dunia menekan emisi dan memberi perlindungan pada pengungsi.
Pidato Trump mendapat reaksi beragam. Tak seperti 2018 saat hadirin menertawakan klaim pencapaiannya, kali ini ruang sidang lebih banyak terdiam. Beberapa pemimpin Eropa disebut sebagai sasaran kritik tajam Trump, sementara sejumlah pemimpin Timur Tengah yang hadir justru menyoroti konflik Gaza dan mendesak gencatan senjata.
Selain menyerang PBB, Trump juga mengklaim dirinya telah menyelesaikan tujuh konflik internasional, meski sebagian dinilai berlebihan. Ia menyebut Rusia “macan kertas” dan mendorong Ukraina merebut kembali wilayahnya. Di akhir pidatonya, Trump tetap menegaskan bahwa PBB memiliki “potensi luar biasa,” namun selama ini hanya menghasilkan “kata-kata kosong” tanpa tindakan nyata.(Ads)
Sumber :Bloomberg.com