• Sat, Jun 27, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

27 June 2026 05:36  |

AS Serang Situs Militer Iran Usai Kapal Kargo Dihantam Drone

Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah target militer Iran pada Jumat, 26 Juni 2026 waktu setempat, sebagai respons atas serangan drone terhadap kapal kargo di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menilai serangan terhadap kapal tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang baru berjalan rapuh antara Washington dan Teheran.

U.S. Central Command menyatakan serangan udara itu menargetkan lokasi penyimpanan rudal dan drone, serta sistem radar pesisir Iran. Media Iran melaporkan sebuah proyektil menghantam area dekat dermaga di Sirik, kota yang berada di pesisir jalur strategis Selat Hormuz.

Insiden ini memperburuk ketegangan setelah Iran sebelumnya menegaskan ingin mengontrol lalu lintas di Selat Hormuz dan memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak berpihak kepada Washington. Iran juga disebut telah memutar balik tiga tanker asing yang mereka klaim mencoba melintas tanpa izin.

Meski eskalasi militer meningkat, harga minyak justru sempat turun sekitar 3% karena sebagian aktivitas pengiriman mulai pulih, termasuk pengapalan minyak dari terminal Ras Tanura Saudi Aramco dan pengiriman pupuk melalui Selat Hormuz. Namun, risiko tetap tinggi karena sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global biasanya melewati jalur tersebut.

Dampaknya ke Market :

Minyak: volatilitas bisa naik tajam. Walau harga sempat turun karena pengiriman mulai pulih, serangan AS ke fasilitas Iran membuat risiko gangguan pasokan tetap besar.

Emas: berpotensi mendapat dorongan safe haven kalau pasar membaca ini sebagai awal eskalasi baru. Tapi kalau dolar AS ikut menguat, kenaikan emas bisa tertahan.

Dolar AS: bisa menguat secara defensif karena investor biasanya masuk ke aset aman saat risiko geopolitik meningkat.

Saham global: rawan tertekan, terutama sektor yang sensitif terhadap biaya energi dan sentimen risk-off. Sebaliknya, saham energi bisa mendapat dukungan kalau harga minyak kembali melonjak.(Cay)

Source: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai