AS Serang Situs Militer Iran Usai Kapal Kargo Dihantam Drone
Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah target militer Iran pada Jumat, 26 Juni 2026 waktu setempat, sebagai respons atas serangan drone terhadap kapal kargo di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menilai serangan terhadap kapal tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang baru berjalan rapuh antara Washington dan Teheran.
U.S. Central Command menyatakan serangan udara itu menargetkan lokasi penyimpanan rudal dan drone, serta sistem radar pesisir Iran. Media Iran melaporkan sebuah proyektil menghantam area dekat dermaga di Sirik, kota yang berada di pesisir jalur strategis Selat Hormuz.
Insiden ini memperburuk ketegangan setelah Iran sebelumnya menegaskan ingin mengontrol lalu lintas di Selat Hormuz dan memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak berpihak kepada Washington. Iran juga disebut telah memutar balik tiga tanker asing yang mereka klaim mencoba melintas tanpa izin.
Meski eskalasi militer meningkat, harga minyak justru sempat turun sekitar 3% karena sebagian aktivitas pengiriman mulai pulih, termasuk pengapalan minyak dari terminal Ras Tanura Saudi Aramco dan pengiriman pupuk melalui Selat Hormuz. Namun, risiko tetap tinggi karena sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global biasanya melewati jalur tersebut.
Dampaknya ke Market :
Minyak: volatilitas bisa naik tajam. Walau harga sempat turun karena pengiriman mulai pulih, serangan AS ke fasilitas Iran membuat risiko gangguan pasokan tetap besar.
Emas: berpotensi mendapat dorongan safe haven kalau pasar membaca ini sebagai awal eskalasi baru. Tapi kalau dolar AS ikut menguat, kenaikan emas bisa tertahan.
Dolar AS: bisa menguat secara defensif karena investor biasanya masuk ke aset aman saat risiko geopolitik meningkat.
Saham global: rawan tertekan, terutama sektor yang sensitif terhadap biaya energi dan sentimen risk-off. Sebaliknya, saham energi bisa mendapat dukungan kalau harga minyak kembali melonjak.(Cay)
Source: Newsmaker.id