Ekspor Emas Swiss Naik 30% di Maret, Pengiriman ke London Dominan
Ekspor emas Swiss meningkat pada Maret, dipimpin lonjakan pengiriman ke London sebagai pusat perdagangan spot utama. Total ekspor naik 30% (m/m) menjadi 136 ton, menandakan arus logam mulia keluar dari Swiss menguat pada akhir kuartal pertama.
Pengiriman ke Inggris menjadi pendorong utama, dengan impor dari Swiss mencapai 57,6 ton, naik dari 19,8 ton pada Februari. Kenaikan ini mempertegas peran London sebagai hub distribusi dan likuiditas bullion global.
Di Asia, ekspor ke China naik menjadi 37,7 ton dari 31,9 ton, sementara pengiriman ke Hong Kong meningkat menjadi 7,3 ton dari 5,7 ton. Pergerakan ini menunjukkan arus ke Asia tetap aktif meski pola distribusinya berubah antar pasar.
Sebaliknya, ekspor ke India turun ke 3,1 ton dari 11,6 ton, sementara pengiriman ke Amerika Serikat naik ke 1,6 ton dari 0,5 ton. Dari sisi pasokan masuk, impor emas Swiss turun 3,6% (m/m) menjadi 182 ton, menunjukkan perubahan keseimbangan arus logistik emas melalui Swiss pada Maret.
Implikasi harga emas di tengah gejolak AS–Iran: kenaikan pengiriman ke London dapat menandakan upaya menambah stok dan likuiditas di pasar spot utama, yang berpotensi membantu meredakan ketatnya ketersediaan fisik dan menahan lonjakan premi jangka pendek. Namun, di tengah eskalasi risiko geopolitik (termasuk ketidakpastian Selat Hormuz) permintaan lindung nilai bisa tetap kuat, sehingga arah emas cenderung ditentukan oleh kombinasi headline geopolitik, pergerakan dolar dan yield, serta seberapa lama risiko pasokan energi menjaga kekhawatiran inflasi.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id