• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

29 January 2026 23:36  |

Trump dan Demokrat Cari Titik Temu untuk Cegah Shutdown

Washington kembali masuk mode tegang, tapi peluang untuk mencegah penutupan pemerintahan (shutdown) terlihat makin besar. Presiden Donald Trump dan para Demokrat Senat dilaporkan kian dekat ke titik temu, setelah Gedung Putih membuka negosiasi soal pembatasan baru razia imigrasi—isu yang memicu gelombang protes nasional.

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune mengatakan pembicaraan masih berjalan, namun nadanya cukup optimistis. Ia memberi sinyal bahwa kesepakatan bisa tercapai, dan pihak Gedung Putih juga mengonfirmasi Trump sedang bekerja lintas partai untuk menghindari shutdown lagi. Meski begitu, belum ada deal final, dan setiap langkah masih bisa berubah cepat di menit-menit terakhir.

Garis besar rancangan yang dibahas: Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) kemungkinan hanya akan mendapat pendanaan sementara, sementara lembaga federal lain akan didanai hingga 30 September. Deadline-nya mepet—tanpa kesepakatan, pendanaan untuk sebagian besar pemerintah federal akan berakhir hari Sabtu, termasuk departemen besar seperti Pertahanan dan Kesehatan.

Di kubu Demokrat, Chuck Schumer menekan Partai Republik agar tidak mengunci pendanaan jangka panjang DHS dalam paket belanja besar. Demokrat juga mendorong aturan yang dianggap bisa “menahan” taktik penegakan imigrasi, seperti kewajiban kamera tubuh, pembatasan penggunaan masker, serta surat perintah sebelum masuk rumah, bahkan ada dorongan untuk menghentikan razia tertentu. Isu ini makin sensitif setelah kasus penembakan dua warga AS di Minneapolis yang dikaitkan dengan agen federal.

Senat dijadwalkan memulai pemungutan suara prosedural, dan di fase ini satu manuver saja bisa memicu shutdown singkat. Situasinya makin rumit karena DPR sudah meloloskan RUU pengeluaran minggu lalu dan keburu meninggalkan Washington. Jika ada perubahan, RUU harus balik ke DPR untuk voting ulang—sementara pimpinan DPR belum memastikan apakah akan memanggil anggota kembali lebih cepat. Di saat yang sama, faksi konservatif Republik juga mengisyaratkan bisa mengajukan tuntutan tambahan bila Demokrat mendapat terlalu banyak konsesi.(alg)

Sumber: Newsmaker: id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai