Macron Tolak Trump di Davos: “Prancis Nggak Akan Tunduk!”
Emmanuel Macron dikabarkan tidak berniat menerima undangan Presiden AS Donald Trump untuk ikut menandatangani piagam “Board of Peace” di Davos pada Kamis. Orang dekat Macron menyebut Presiden Prancis itu menilai isi piagamnya bukan cuma soal Gaza, tetapi melebar ke hal-hal lain yang berpotensi mengubah arah diplomasi global.
Macron juga disebut khawatir piagam tersebut bisa melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bagi Prancis, posisi dan otoritas PBB adalah “harga mati” dan tidak bisa ditawar dalam urusan perdamaian internasional.
Orang dekat Macron menegaskan, Macron menganggap tidak dapat diterima jika Trump mencoba memengaruhi kebijakan luar negeri Prancis melalui ancaman. Karena itu, Macron memilih tidak mundur dan ingin menunjukkan sikap tegas di tengah tekanan.
Trump disebut ingin piagam lengkap dan mandat “Board of Peace” itu ditandatangani di Davos pada Kamis, menurut pihak yang mengetahui pembahasan. Namun, banyak undangan lain juga dilaporkan masih ragu dan melihat rencana ini terlalu dipaksakan.
Selain Prancis, beberapa negara juga disebut akan menolak undangan itu, termasuk Inggris, Swedia, Belanda, Jerman, dan Kanada. Penolakan ini mencerminkan sikap hati-hati sekutu Eropa yang tidak ingin terseret ke agenda politik Trump.
Ketegangan makin kuat karena negara-negara tersebut juga menjadi target tekanan Trump terkait Greenland. Mereka memberi dukungan kepada Denmark, sementara Trump meningkatkan tekanan dan mengaitkannya dengan langkah-langkah dagang.
Di tingkat Uni Eropa, para pemimpin dijadwalkan menggelar KTT darurat pekan ini untuk membahas respons. Uni Eropa menyiapkan opsi tarif balasan terhadap barang AS senilai €93 miliar jika Trump benar-benar menerapkan tarif 10% mulai 1 Februari, dan Macron mendorong aktivasi Anti-Coercion Instrument—alat balasan paling kuat yang memungkinkan Uni Eropa membatasi akses pihak tertentu ke pasar Eropa. (az)
Sumber: Newsmaker.id