Sinyal Baru dari Jepang: Inflasi Naik, BOJ Makin Ketat?
Inflasi inti Tokyo meningkat pada Februari dan tercatat lebih tinggi dari perkiraan, menambah perhatian pasar terhadap arah kebijakan Bank of Japan (BOJ). Data Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi menunjukkan Tokyo Core CPI pada hari Jumat (27/2)—yang tidak memasukkan makanan segar yang volatil—naik 1,8% (YoY), sedikit di atas konsensus median +1,7%.
Sementara itu, CPI keseluruhan Tokyo naik 1,6% (YoY), melampaui perkiraan pasar +1,4%, menandakan tekanan harga masih bertahan meski laju kenaikannya relatif moderat. Di saat yang sama, ukuran inflasi yang lebih “ketat”, yakni CPI tidak termasuk energi dan makanan segar, meningkat 2,5% (YoY), juga berada di atas estimasi +2,3%.
Rangkaian angka ini memperkuat sinyal bahwa tekanan harga di area metropolitan Jepang belum sepenuhnya mereda, dan pasar cenderung menafsirkan data Tokyo sebagai indikator awal arah inflasi nasional. Dengan inflasi inti yang kembali mengungguli ekspektasi, pelaku pasar akan makin sensitif terhadap komunikasi BOJ terkait normalisasi kebijakan—terutama jika tren upah dan permintaan domestik tetap solid.
Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada konfirmasi melalui data inflasi nasional dan indikator aktivitas ekonomi berikutnya. Jika inflasi bertahan lebih tinggi dari proyeksi, ruang bagi BOJ untuk mempertahankan sikap kebijakan yang lebih ketat berpotensi makin terbuka, meski keputusan tetap sangat bergantung pada konsistensi data beberapa bulan ke depan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id