• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

17 October 2025 10:43  |

Ada Apa Sebenarnya ? Kenapa Harga Minyak Mentah Turun Terus ?

Harga minyak mentah Brent masih berada di level $61 pada hari Jumat (17/10), melanjutkan penurunan ke level terendah dalam lima bulan terakhir. Tekanan datang dari kombinasi antara proyeksi surplus pasokan global, kenaikan stok minyak AS, serta melemahnya prospek permintaan akibat ketegangan perdagangan AS–Tiongkok.

Fundamental: Surplus Pasokan dan Permintaan Lemah

Berdasarkan laporan terbaru Badan Energi Internasional (IEA), pasar minyak global diperkirakan akan menghadapi surplus pasokan signifikan pada 2026, seiring dengan meningkatnya produksi dari negara-negara OPEC+ dan Amerika Serikat. Laporan itu memperingatkan bahwa pertumbuhan permintaan global masih di bawah ekspektasi, terutama karena perlambatan ekonomi di China dan Eropa.

“Permintaan global tumbuh melambat, sementara produksi masih tinggi. Ketidakseimbangan ini berpotensi menekan harga lebih lama dari yang diperkirakan,” tulis IEA dalam laporan bulanannya.

Selain itu, data stok minyak mentah AS dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan peningkatan persediaan mingguan sebesar 4,3 juta barel, jauh di atas ekspektasi pasar. Lonjakan stok ini menandakan konsumsi domestik yang melemah — sinyal tambahan bahwa pasar tengah dibanjiri pasokan.

Ketegangan dagang yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Tiongkok turut memperburuk sentimen. Washington dikabarkan akan mempertimbangkan kenaikan tarif baru terhadap produk teknologi asal China, langkah yang dikhawatirkan dapat memperlambat aktivitas industri dan menekan permintaan energi global.

Tekanan dari Shutdown dan Ketidakpastian Ekonomi

Selain faktor pasokan dan permintaan, shutdown pemerintahan AS yang masih berlangsung hingga minggu ketiga menambah ketidakpastian di pasar. Gangguan terhadap data ekonomi dan aktivitas pemerintahan memperlemah sentimen risiko di sektor energi.

Investor kini cenderung menahan posisi menunggu kejelasan kebijakan fiskal dan moneter AS, terutama menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve pada akhir Oktober.

Teknikal: Tren Bearish Masih Dominan

Dari sisi teknikal, harga minyak Brent menunjukkan pola bearish kuat dalam beberapa pekan terakhir. Harga kini bergerak di bawah rata-rata pergerakan (moving average) 20-, 50-, dan 200-hari, menandakan tren turun jangka menengah masih dominan.

Indikator RSI (Relative Strength Index) mendekati level oversold, namun belum menunjukkan tanda pembalikan yang signifikan. Zona support utama berada di sekitar USD 61,00–60,50 per barel, sementara resistensi kuat terletak di USD 62–63 per barel.

Jika tekanan jual terus berlanjut dan level USD 61 ditembus, analis memperkirakan harga Brent berpotensi melanjutkan penurunan menuju kisaran USD 59 per barel. Sebaliknya, rebound teknikal baru bisa terjadi bila harga mampu menembus resistensi di atas USD 66.

Prospek ke Depan: Risiko Masih ke Arah Penurunan

Analis pasar energi menilai tren penurunan harga minyak kemungkinan masih berlanjut dalam jangka pendek.

“Fundamental masih sangat bearish. Kelebihan pasokan, lemahnya permintaan, dan ketidakpastian geopolitik menjadi kombinasi yang sulit bagi pasar minyak,” ujar analis dari Reuters Energy Desk.

Meskipun beberapa produsen besar seperti Arab Saudi dan Rusia mengisyaratkan kemungkinan penyesuaian produksi pada kuartal keempat, pasar masih skeptis apakah langkah itu cukup untuk menstabilkan harga.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai