Powell Ubah Arah! Kebijakan Dovish The Fed Angkat Emas dan Perak
Harga emas dan perak kembali melonjak tajam pada perdagangan hari Rabu (15/10) waktu Asia setelah Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, memberikan sinyal kebijakan yang lebih dovish dalam pidatonya di Community Bank Conference semalam. Sementara itu, dolar AS cenderung melemah, dan harga minyak dunia justru bergerak terbatas di tengah prospek pelambatan ekonomi global.
Dalam pidatonya, Powell menegaskan bahwa bank sentral akan bersikap “meeting-by-meeting” dalam menentukan arah suku bunga, sekaligus mengisyaratkan bahwa proses Quantitative Tightening (QT) atau pengetatan neraca kemungkinan mendekati akhir. Pasar menafsirkan pernyataan ini sebagai sinyal terbuka bagi kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Pernyataan tersebut langsung mendorong yield obligasi AS turun, yang secara otomatis membuat aset non-berimbal seperti emas dan perak kembali diminati investor. Selain itu, ketidakpastian akibat government shutdown yang masih berlangsung di Washington serta meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah semakin memperkuat daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Harga emas dunia melonjak hingga menembus rekor baru di atas level US$ 4.180 per troy ounce, sementara perak juga mengikuti dengan kenaikan signifikan di atas US$ 53 per troy ounce.
“Pasar mulai menilai bahwa Fed tak akan menahan suku bunga tinggi terlalu lama, dan kondisi ini menjadi katalis kuat bagi reli emas,” ujar analis pasar dari Reuters, Ruchir Kataria.
Sementara itu, harga minyak justru bergerak terbatas. Investor menilai, meski kebijakan The Fed berpotensi mendorong pertumbuhan di jangka menengah, sinyal perlambatan ekonomi global bisa menekan permintaan energi. Harga minyak Brent diperdagangkan di sekitar US$ 62 per barel, sedikit melemah dibanding sesi sebelumnya.
Dolar AS pun tampak kehilangan tenaga setelah imbal hasil obligasi turun. Indeks Dolar (DXY) melemah di bawah level 99, mencerminkan tekanan dari ekspektasi pemangkasan suku bunga.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id