Dampak Rate Cut: Perak Melemah Bersama Emas
Harga perak (silver) terkoreksi setelah Federal Reserve (The Fed) resmi memangkas suku bunga acuannya. Kondisi ini mengejutkan sebagian pelaku pasar, karena secara teori suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung kenaikan harga logam mulia.
Penurunan perak terjadi karena sejumlah faktor fundamental. Pertama, pasar dinilai sudah mengantisipasi pemangkasan sejak jauh hari. Keputusan Fed yang sesuai ekspektasi justru memicu aksi ambil untung di level resistance setelah reli panjang beberapa pekan terakhir.
Selain itu, nada hati-hati dari Ketua Fed Jerome Powell menekan sentimen. Powell menegaskan bahwa pemangkasan kali ini bukan berarti awal dari siklus panjang penurunan suku bunga. Pernyataan tersebut membuat investor kembali merevisi ekspektasi, mendorong imbal hasil obligasi naik dan dolar AS menguat. Kondisi ini menekan harga perak, yang dihargakan dalam dolar.
Di sisi lain, pasar global juga menilai langkah Fed sebagai tanda optimisme terhadap perekonomian. Hal itu mendorong pergeseran dana ke aset berisiko seperti saham, sehingga mengurangi minat terhadap perak sebagai aset safe haven.
Sebagai tambahan, perak yang memiliki fungsi ganda sebagai logam mulia dan komoditas industri juga tertekan oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Jika permintaan industri melemah, prospek harga perak juga ikut tertekan.
Analis memperkirakan volatilitas harga perak masih akan tinggi dalam jangka pendek. “Meskipun pemangkasan suku bunga seharusnya positif, faktor penguatan dolar, kenaikan yield, serta nada hawkish The Fed membuat perak kehilangan momentum,” kata salah satu analis komoditas.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id