• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

18 September 2025 12:04  |

Kenapa Pidato Powell Dinilai Hawkish Meski The Fed Pangkas Suku Bunga ?

Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan pernyataan yang dinilai hawkish oleh pasar, meskipun bank sentral AS baru saja memangkas suku bunga acuannya. Nada kehati-hatian Powell membuat investor mengurangi ekspektasi akan adanya pemangkasan lebih agresif dalam waktu dekat.

Powell menegaskan bahwa langkah penurunan suku bunga kali ini bukan awal dari siklus panjang pelonggaran kebijakan moneter. Menurutnya, keputusan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi, khususnya inflasi. Ia menambahkan bahwa meskipun inflasi telah turun, risiko kenaikan kembali masih membayangi.

Melihat ke depan, Powell berhati-hati soal langkah lanjutan, menyebut The Fed kini berada dalam mode “meeting-by-meeting.” Dalam pernyataan pascarapat, para pembuat kebijakan mengakui inflasi “meningkat dan masih agak tinggi,” namun juga menyoroti kekhawatiran atas lapangan kerja. Pejabat mengatakan tingkat pengangguran “naik tipis,” dan “risiko penurunan terhadap ketenagakerjaan meningkat.”

Nada optimisme terhadap perekonomian AS juga menambah kesan hawkish. Powell menyebut pertumbuhan ekonomi masih tangguh, sementara pasar tenaga kerja belum cukup solid. Pandangan ini membuat pasar menilai The Fed tidak memiliki urgensi untuk menurunkan suku bunga secara agresif.

Selain itu, Powell tidak memberikan panduan jelas mengenai arah kebijakan ke depan. Ketidakpastian ini membuat investor berspekulasi bahwa The Fed bisa menahan suku bunga lebih lama dari perkiraan.

Respons pasar terlihat jelas: imbal hasil obligasi AS naik, sementara dolar menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Dua indikator ini mencerminkan bagaimana pidato Powell dipersepsikan lebih hawkish dibandingkan dovish.

“Pasar berharap sinyal dovish yang lebih kuat, namun Powell justru menekankan risiko inflasi dan kekuatan ekonomi. Itu sebabnya pidatonya dipandang hawkish,” ujar salah satu analis pasar global.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai